- Ananda Emira Moeis angkat bicara usai pernyataannya viral di media sosial.
- Sebelumnya, Ananda mengomentari kapal yang menabrak Jembatan Mahakam.
- Menurut dia, yang menjadi perhatian utama bukanlah perbincangan di jagat maya.
SuaraKaltim.id - Wakil Ketua II DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Ananda Emira Moeis merespons beredarnya potongan video dirinya saat menjawab pertanyaan media terkait insiden kapal tongkang yang menabrak Jembatan Mahakam Ulu di Samarinda.
Video tersebut menjadi perbincangan di media sosial setelah diunggah oleh akun media sosial (medsos) X @Txtdariiugm dan memunculkan berbagai tanggapan dari warganet.
Dalam potongan video, awalnya para jurnalis menanyakan perihal Jembatan Mahulu yang sudah 3 kali ditabrak kapal. Mereka meminta tanggapan Nanda soal kejadian tersebut.
Namun, Nanda sapaan dekatnya, nampak kebingungan saat doorstop terkait insiden kapal tongkang yang menabrak Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) yang berada di Samarinda.
"Yang pastinya yang pastinya ke depan akan lebih baik lagi. Tapi saya ingin teman-teman semua melihat juga dari konteks yang saya sampaikan," ungkap Nanda pada Senin, 16 Maret 2026.
Menurut dia, yang menjadi perhatian utama bukanlah perbincangan di media sosial, melainkan fakta bahwa insiden kapal tongkang menabrak jembatan telah terjadi berkali kali. Ia menyebut kejadian serupa bahkan kembali terjadi setelah video dirinya beredar luas di media sosial.
"Penabrakan jembatan yang berkali kali itu sudah 24 kali. Malah setelah video saya viral malah malamnya ketabrak lagi," kata Nanda.
Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan adanya persoalan yang perlu mendapat perhatian serius dari pihak yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan transportasi sungai.
Menurut Nanda, kejadian yang terus berulang mengindikasikan perlunya evaluasi terhadap sistem pengawasan dan penegakan aturan yang berlaku.
Dalam pernyataannya, Nanda juga mengingatkan agar instansi yang memiliki tanggung jawab terhadap pengelolaan alur pelayaran menjalankan tugasnya secara optimal.
Ia menekankan pentingnya upaya pencegahan agar insiden penabrakan jembatan tidak terus terulang.
"Saya yang ingin saya sampaikan bahwa, ayo yang mempunyai tanggung jawab yang diberikan tanggung jawab instansi yang diberikan tanggung jawab itu betul betul menjalankan kerjanya dengan sungguh sungguh. Jangan sampai ada kejadian serupa," ujarnya.
Nanda kemudian menyinggung kewenangan pengelolaan alur Sungai Mahakam yang berada di bawah pemerintah pusat. Ia menyatakan bahwa pengawasan terhadap aktivitas pelayaran di kawasan tersebut menjadi tanggung jawab otoritas yang memiliki kewenangan.
"Alur Sungai Mahakam itu kan kewenangan pemerintah," sebutnya.
Karena itu, Nanda menyampaikan harapan agar pemerintah pusat melakukan evaluasi terhadap mekanisme pengawasan serta sanksi yang diterapkan kepada pihak yang terkait dengan aktivitas pelayaran di sungai tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Haunted Garden Hadir di IKN, Ada Dinner Halloween hingga Atraksi Fire Juggling
-
37 Orang Diamankan Terkait Pencurian Kabel Telkom di Samarinda, 4 Ditetapkan Tersangka
-
Karhutla 20 Hektare di Samarinda, Api Tinggal 20 Meter dari Asrama Yonzipur
-
Karhutla Kaltim Tembus 9.500 Hektare dalam 3 Bulan, Kabut Asap Masih Mengancam
-
Karhutla Kalimantan: Polri Terjunkan 200 Brimob, 10 Anggota Bareskrim ke Kaltim-Kalteng