- Semua pihak di Kaltim diminta menyiapkan mitigasi menghadapi musim kemarau.
- Musim tersebut diperkirakan terjadi di Kaltim pada Juni, Juli, hingga Agustus 2026.
- BMKG mengingatkan untuk mengantisipasi sumber air hingga potensi karhutla.
SuaraKaltim.id - BMKG Samarinda meminta semua pihak terkait di Kalimantan Timur (Kaltim) hingga kabupaten/kota menyiapkan mitigasi dalam menghadapi perkiraan musim kemarau.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto BMKG Samarinda Riza Arian Noor menyampaikan kemarau itu akan terjadi pada Juni, Juli, hingga Agustus 2026.
"Semua pihak terkait kami harap melakukan kesiapsiagaan menghadapi dinamika iklim saat ini dan prakiraan kemarau yang akan terjadi mendatang," ujarnya dikutip dari Antara, Kamis (16/4/2026).
Pihak terkait itu antara lain Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, Dinas Perkebunan, Dinas Peternakan, Dinas Pemadam Kebakaran, dan Dinas Kehutanan.
Riza menuturkan di balik angka dan grafik yang BMKG sajikan terkait prediksi cuaca, terdapat nilai strategis bagi banyak sektor kehidupan, baik terkait mitigasi yang berhubungan dengan pendayagunaan sumber daya air, sektor pangan, kewaspadaan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), maupun kemungkinan kekeringan.
Jika musim kemarau tiba, maka kawasan pertanian akan kesulitan mendapatkan air, sehingga tanaman yang berada di lahan kering akan sulit tumbuh seiring kekeringan yang melanda. Bahkan jika tumbuh pun, berpotensi menghasilkan panen yang tidak maksimal.
Untuk itu, dinas terkait tentu memiliki kewenangan dalam penyediaan air bagi pertanian, misalnya memaksimalkan fungsi waduk, bendungan, irigasi, danau penampungan, hingga sumur-sumur untuk mencukupi air pada tanaman.
Sedangkan instansi yang bergerak di sektor kebencanaan, kehutanan, dan lainnya yang masih berkaitan diimbau intensif melakukan kolaborasi dalam mitigasi karhutla.
Ia menyebutkan kemarau di sejumlah wilayah di Kaltim secara umum diawali pada Juni, sedangkan rincian per kabupaten/kota, yakni di Kabupaten Berau, Kutai Timur, dan Kutai Kartanegara diperkirakan terjadi pada pertengahan Juni hingga Agustus, awal kemarau di Kota Bontang pertengahan Juni, di Samarinda pertengahan atau akhir Juni.
Di Kota Balikpapan, Kabupaten Paser, Kutai Barat, dan Penajam Paser Utara diawali akhir Juni hingga awal Juli, sementara di Kabupaten Mahakam Ulu diperkirakan tidak terjadi kemarau, namun hujan sepanjang tahun.
"Provinsi Kaltim memiliki 20 zona musim, terdiri atas 16 zona musim yang mempunyai dua musim yakni musim hujan dan kemarau yang melanda sembilan daerah. Kemudian ada 4 zona musim yang merupakan wilayah hujan sepanjang tahun yakni di Mahakam Ulu dan sebagian Kabupaten Kutai Barat," tegas Riza.
Berita Terkait
Terpopuler
- KBRI Kuala Lumpur Digeruduk, Warga Malaysia Desak Prabowo Buka Nama Perusahaan Terlibat Karhutla
- Gunung Anak Krakatau Meletus Abu Membubung 15 Km, BMKG Jepang Pantau Ancaman Tsunami
- Daftar Shio yang Paling Berpotensi Jadi Pengusaha Sukses
- Harga Sepatu Skechers Original, Cek 5 Pilihan Terbaik untuk Jalan dan Lari
- 5 Manfaat Air Mawar untuk Wajah dan Kulit yang Menarik Diketahui
Pilihan
-
Warga Serbu Pasar Asemka Cari Masker, Pedagang: Stok KF95 Kosong Sejak Kemarin!
-
Siswa TK sampai SMA di Jakarta dan Tangerang Raya PJJ Sampai Rabu 9 September
-
Episode Erupsi Gunung Anak Krakatau Berakhir, Kata Badan Geologi
-
Abu Vulkanik Krakatau Meningkat, Operasional Bandara Soetta Berhenti hingga Pukul 6 Sore
-
Kedutaan Besar Negara Asing Keluarkan Peringatan untuk Warganya Pasca Erupsi Anak Krakatau
Terkini
-
BRI Dorong Financial Growth Mindset Bagi Masa Depan Generasi Muda
-
Erupsi Anak Krakatau Bikin Penerbangan di Bandara Samarinda Dibatalkan
-
Kasus ISPA di Samarinda Melonjak Imbas Kabut Asap Karhutla
-
Orang Utan Kalimantan Ditemukan Lemah Akibat Asap Karhutla Akhirnya Mati
-
BKSDA Kaltim Evakuasi 11 Orang Utan dari Ancaman Karhutla Samboja