- Masyarakat Kaltim tengah mempersiapkan aksi unjuk rasa untuk 21 April mendatang.
- Aksi massa itu disebut sebagai bentuk kekecewaan atas kebijakan Gubernur Rudy Mas'ud.
- Dosen FISIP Umnul mengingatkan potensi kemiripan dengan aksi Pati pada Agustus 2025.
SuaraKaltim.id - Massa di Kalimantan Timur (Kaltim) tengah mempersiapkan aksi unjuk rasa yang akan dilakukan pada 21 April 2026 mendatang.
Demo 21 April tersebut mendapat tanggapan dari sejumlah pihak, salah satunya dari akademisi dari Universitas Mulawarman (Unmul), Safaranita Nur Effendi.
Dosen FISIP itu menilai menilai bahwa akar aksi demo berasal dari rasa kekecewaan masyarakat Kaltim, atas kebijakan Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud yang dinilai kurang berpihak kepada kepentingan publik.
"Publik saat ini melihat adanya kesenjangan antara kebutuhan masyarakat dengan gaya kepemimpinan yang dianggap lebih mementingkan elit," kata Safaranita dikutip dari Kaltimtoday--jaringan Suara.com, Sabtu (18/4/2026).
Diketahui, Aliansi Rakyat Kaltim tengah mempersiapkan kebutuhannya termasuk penggalangan donasi dan pendirian posko.
Beberapa polemik seperti renovasi rumah jabatan gubernur-wakil gubernur, pangadaan mobil dinas mewah, hingga kesan tertutup terhadap kritik mahasiswa dan masyarakat turut memicu gelombang demo tersebut.
Jika melihat dari dinamika menuju demo beberapa hari lagi, ia mengira bahwa gelombang demo bisa saja mirip dengan aksi besar Pati pada Agustus 2025.
"Tentu ada kesamaan dengan aksi di Pati maupun gerakan protes di daerah lain, yakni sama-sama lahir dari rasa kecewa terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap tidak peka terhadap kondisi rakyat," ungkapnya.
Ia menambahkan, sikap pemerintah dalam melihat dinamika politik di Kalimantan Timur seharusnya lebih terbuka terhadap kritik dan aspirasi masyarakat.
Namun, yang dirasakan sebagian warga justru kekecewaan dan kejenuhan terhadap pola kepemimpinan yang dinilai kurang pro-rakyat.
"Karena itu, pemerintah perlu melakukan evaluasi serius, membangun komunikasi yang lebih sehat, dan menunjukkan kebijakan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat," tambahnya.
Polda Kaltim kerahkan 1.700 personel
Sementara Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro menyatakan kesiapannya dalam pengamanan menjelang aksi penyampaian aspirasi yang dijadwalkan berlangsung pada 21 April 2026 di Samarinda.
Pihaknya akan menerjunkan sekitar 1.700 personel gabungan untuk mengamankan jalannya aksi di dua titik utama, yakni Kantor DPRD Kaltim dan Kantor Gubernur Kaltim.
"Personel kami siapkan sekitar 1.700, dibantu TNI, Satpol PP, tenaga kesehatan, damkar, dan unsur terkait lainnya," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
JPMorgan Berikan Validasi Atas BBRI, Kualitas Aset Membaik
-
Suara.com Audiensi dengan DPD RI Kaltim, Bahas Sinergi Publikasi dan Keterbukaan Informasi
-
KUR BRI Dukung Rosyidah Terus Kembangkan Usaha Olahan Hasil Laut di Indramayu
-
Strategi Dorong UMKM Desa Berkembang Melalui Peran Mantri BRI, Simak Kisah dari Sumatera Utara Ini
-
HUT ke-70 Danamon, Nasabah di Balikpapan Bisa Nikmati Hujan Promo di Banyak Merchant Favorit