- PMTI Kalimantan Timur menggelar acara pelantikan untuk masa bakti 2026-2031.
- Momen tersebut diwarnai deklarasi dukungan terhadap Ketua Umum PMTI Pusat.
- Pada acara itu mendeklarasikan Yulius Selvanus Lumbaa kembali pimpin PMTI Pusat.
SuaraKaltim.id - Pelantikan Pengurus Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) Kalimantan Timur (Kaltim) masa bakti 2026-2031 berlangsung khidmat dan diwarnai momen penting berupa deklarasi dukungan terhadap Ketua Umum PMTI Pusat.
Dukungan itu disampaikan langsung oleh Ketua PMTI Kaltim yang baru dilantik, Dr Nataniel Tandirogang, dalam forum resmi yang dihadiri berbagai tokoh daerah dan nasional.
Di hadapan para undangan, Nataniel secara terbuka menyatakan dukungan terhadap Mayjen (Purn) Yulius Selvanus Lumbaa untuk kembali memimpin PMTI Pusat periode berikutnya.
Yulius yang juga menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Utara hadir dalam acara tersebut sebagai tamu kehormatan.
"Kami seluruh pengurus PMTI Kaltim mendeklarasikan Pak Yulius Selvanus Lumbaa untuk dipilih kembali menjadi Ketua PMTI Pusat periode 2026-2031. Secara aklamasi!" ujar Nataniel.
Deklarasi ini mencerminkan dukungan kuat dari komunitas Toraja di Kalimantan Timur terhadap kepemimpinan Yulius, yang dinilai mampu menjaga soliditas organisasi sekaligus memperluas peran PMTI di berbagai daerah.
PMTI merupakan organisasi berbasis kekeluargaan yang menaungi masyarakat Toraja di berbagai wilayah Indonesia.
Organisasi ini dikenal aktif dalam kegiatan sosial, budaya, dan pendidikan, khususnya dalam menjaga identitas dan solidaritas komunitas Toraja di perantauan.
Dalam konteks ini, figur kepemimpinan menjadi faktor penting dalam menjaga kesinambungan program dan arah organisasi.
Menanggapi dukungan tersebut, Yulius Selvanus Lumbaa menegaskan bahwa PMTI tetap berpegang pada prinsip non-politik.
Ia menekankan bahwa organisasi ini tidak memiliki afiliasi dengan kepentingan politik tertentu, melainkan berfokus pada penguatan masyarakat Toraja di berbagai sektor.
"PMTI ini organisasi kekeluargaan. Bukan partai politik. Tidak ada afiliasi ke mana-mana. Kami murni bergerak untuk masyarakat Toraja di rantau," tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya kontribusi masyarakat Toraja di daerah tempat mereka tinggal.
Menurutnya, keberadaan komunitas di perantauan harus memberikan nilai tambah bagi lingkungan sekitar, baik melalui kegiatan sosial maupun pembangunan sumber daya manusia.
"Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Artinya, di mana pun kita tinggal, kita harus berkontribusi. Jangan hanya numpang hidup. Bantu daerah ini, bantu pemerintah di sini. Sinergi di semua bidang: sosial, agama, pendidikan," pesannya.
Kehadiran Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud, dalam acara tersebut menunjukkan adanya hubungan yang terjalin antara organisasi kemasyarakatan dengan pemerintah daerah.
Sinergi ini dinilai penting dalam mendukung program-program sosial yang berdampak langsung pada masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan kesejahteraan sosial.
Dalam kesempatan yang sama, Rektor Universitas Mulawarman, Abdunnur, menyampaikan komitmen perguruan tinggi untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia dari kalangan masyarakat Toraja.
Ia menilai potensi generasi muda Toraja cukup besar dan perlu difasilitasi melalui akses pendidikan yang memadai.
"Anak-anak Toraja punya kemampuan yang baik. Kita lihat potensinya luar biasa. Tugas kita adalah membina mereka, memfasilitasi mereka, agar kelak mereka bisa kembali memberi sumbangsih untuk bangsa ini," ujar Abdunnur.
Pernyataan ini sejalan dengan salah satu fokus utama kepengurusan PMTI Kaltim ke depan, yakni penguatan sektor pendidikan.
Dalam struktur organisasi masyarakat berbasis kekerabatan, pendidikan sering menjadi instrumen penting untuk meningkatkan mobilitas sosial sekaligus menjaga keberlanjutan identitas budaya.
Selain agenda formal, pelantikan juga diwarnai prosesi adat sebagai simbol penghormatan kepada para pemimpin yang hadir.
Tokoh adat memberikan kain sarung putih sebagai lambang kesucian niat dan komitmen dalam menjalankan amanah organisasi.
Tradisi ini mencerminkan kuatnya nilai-nilai budaya dalam kehidupan masyarakat Toraja, termasuk dalam kegiatan organisasi modern.
Ketua PMTI Kaltim, Nataniel Tandirogang, menegaskan bahwa pelantikan ini menjadi titik awal bagi konsolidasi organisasi di tingkat daerah.
Ia menyatakan pengurus akan segera melakukan koordinasi dengan berbagai wilayah di Kalimantan Timur untuk menyusun program kerja yang lebih konkret.
"Kami akan segera turun ke kabupaten dan kota. Konsolidasi. Kita susun program kerja bersama. Termasuk yang paling penting adalah memperkuat sektor pendidikan dan sosial," jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antarorganisasi yang memiliki latar belakang serupa. Menurutnya, keberagaman organisasi tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan, melainkan peluang untuk memperkuat jaringan dan memperluas dampak program.
"Kita ingin merangkul semua. Bahkan dengan organisasi lokal lain yang juga mengatasnamakan Toraja. Tidak ada musuh, semuanya saudara. Mari bergabung, karena kita punya tujuan yang sama," tegas Nataniel.
Pelantikan ini dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Bupati Tana Toraja Zadrak Tombeg, perwakilan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Pangeran Noto Negoro Heriansyah, serta Ketua BPW KKSS Kaltim Alimuddin Latief.
Kehadiran mereka memperlihatkan luasnya jaringan sosial dan kultural yang dimiliki masyarakat Toraja di berbagai daerah.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, pengurus PMTI Kaltim yang baru dilantik melaksanakan aksi penanaman pohon di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Kegiatan ini menjadi simbol komitmen organisasi terhadap isu lingkungan sekaligus bentuk partisipasi dalam pembangunan wilayah baru di Kalimantan Timur.
Aksi tersebut mencerminkan upaya PMTI untuk tidak hanya fokus pada internal organisasi, tetapi juga berkontribusi pada isu-isu yang lebih luas, termasuk keberlanjutan lingkungan.
Dalam konteks pembangunan IKN, keterlibatan komunitas lokal dan organisasi kemasyarakatan dinilai penting untuk menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Secara keseluruhan, pelantikan PMTI Kaltim periode 2026–2031 tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum untuk memperkuat arah organisasi, memperluas jejaring, serta menegaskan komitmen terhadap pembangunan sosial, pendidikan, dan lingkungan di Kalimantan Timur.
Kontributor: Giovanni Gilbert
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
Pilihan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
-
Perang Terbuka! AS Klaim Tembak Kapal Iran di Selat Hormuz
Terkini
-
Jelang Demo Besar-besaran 21 April, Pemprov Kaltim Gelar Salat Istighosah Berjamaah
-
PMTI Kaltim Deklarasi Dukung Yulius Selvanus Lumbaa Kembali Pimpin Pusat
-
BRI Hadirkan Promo Kartu Kredit dengan Cashback Menarik hingga 31 Mei 2026
-
Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
-
Demo 21 April Bakal Picu Kemacetan, Polisi Samarinda Siapkan Pengalihan Lalu Lintas