- Hetifah Sjaifudian mendorong kampus Unmul segera mendirikan Fakultas Peternakan.
- Hal itu demi mewujudkan sektor peternakan berkelanjutan yang mendukung pangan IKN.
- Fakultas Pertanian siap menjadi transformasi Jurusan Peternakan menjadi fakultas mandiri.
SuaraKaltim.id - Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian mendorong Universitas Mulawarman (Unmul) Kalimantan Timur (Kaltim) untuk segera mendirikan Fakultas Peternakan.
Langkah strategis ini dinilai krusial guna memperkuat sumber daya manusia (SDM) dan mewujudkan sektor peternakan berkelanjutan dalam mendukung kebutuhan pangan wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN).
Dorongan tersebut disampaikan Hetifah saat menjadi pembicara utama dalam Seminar Nasional bertema "Zero Waste Peternakan: Pemanfaatan Pakan Hijauan dan Limbah Menjadi Lebih Bernilai" yang diselenggarakan oleh BRIN bekerja sama dengan Universitas Mulawarman di Ballroom Mandapa Fugo Hotel, Samarinda, Sabtu (6/6).
Mengatasi Tantangan Peternakan Lokal
Hetifah menyoroti kesenjangan antara tingginya permintaan daging sapi di Kaltim dengan keterbatasan produksi lokal.
Menurutnya, tantangan utama saat ini meliputi keterbatasan lahan, belum optimalnya pemanfaatan limbah pertanian, serta perlunya inovasi teknologi peternakan.
"Kebutuhan daging sapi terus meningkat, sementara produksi kita masih terbatas. Kita butuh lebih banyak peneliti, akademisi, dan tenaga profesional yang memahami kondisi lokal Kaltim. Investasi untuk peternakan modern harus dimulai dari pendidikan," ujar Hetifah.
Ia optimistis bahwa melalui pengembangan Fakultas Peternakan, Unmul dapat menjadi pusat riset dan inovasi yang mampu mengubah limbah peternakan menjadi produk bernilai tambah, seperti pupuk organik dan biogas, melalui konsep zero waste.
Sinergi Riset dan Teknologi
Dekan Fakultas Pertanian Unmul, Fahrunsyah, menyambut baik wacana tersebut. Menurutnya, Fakultas Pertanian siap menjadi motor penggerak transformasi Jurusan Peternakan menjadi fakultas mandiri.
"Dosen-dosen peternakan kita, baik profesor maupun doktor, sudah sangat siap. Kami juga terus melakukan penelitian kolaboratif dengan Pemda dan perusahaan untuk memaksimalkan potensi pakan berbasis limbah pertanian, seperti kelapa sawit dan jerami padi," jelas Fahrunsyah.
Ia menambahkan, kunci keberhasilan peternakan berkelanjutan di Kaltim terletak pada integrasi antara ternak dan pertanian.
Sistem "ternak menetap" yang terintegrasi dengan tanaman pangan seperti jagung dapat menghasilkan bahan organik yang krusial bagi kesuburan tanah.
Menuju Kemandirian Pangan ala Global
Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor IV Unmul, Nataniel Dengen, menekankan pentingnya kemandirian ekonomi lokal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
-
Purbaya Tegaskan Masih Jabat Menkeu dan Tidak Ada Pembahasan Reshuffle, Ini Buktinya
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
Terkini
-
Hetifah Dorong Pembentukan Fakultas Peternakan Unmul demi Ketahanan Pangan Kaltim
-
Pesisir Kaltim Waspada Tsunami usai Gempa Magnitudo 7,7 di Laut Sulawesi
-
Diborgol, Oknum Brimob Bekingi Narkoba Gang Langgar Dibawa ke Jakarta
-
Pelaku Penculikan Anak hingga Meninggal di Kutai Timur Ditangkap
-
Kas Daerah Cekak, Pemkot Samarinda Cicil Bayar Utang Rp400 Miliar