- Massa aksi 21 April mulai memadati titik kumpul di Islamic Center Samarinda.
- Mereka yang telah hadir merupakan kelompok masyarakat dan sejumlah organisasi.
- Sementara mahasiswa dari berbagai kampus mulai bergerak menuju lokasi unjuk rasa.
"Jujur itu enggak ngenakutin mahasiswa dan enggak ngenakutin teman-teman massa dan enggak akan menggetarkan kita atau menggoyahkan kita," ujarnya.
Ia menilai bahwa langkah pengamanan tersebut justru memperlihatkan respons pemerintah terhadap kritik yang disampaikan oleh masyarakat. Dalam pandangannya, hal itu tidak mengubah sikap massa yang tetap berkomitmen melanjutkan aksi.
"Karena memang tujuannya di sini adalah kita ingin meluapkan rasa kecewa kita. Dengan cara begitu, malah memperlihatkan kepada kita bahwasanya gubernur memang tidak melaksanakan kebijakannya dengan benar dan itu bukan membuat dia kelihatan jadi benar malah kelihatan jadi makin salah gitu," kata Bella.
Ia kembali menegaskan bahwa kondisi pengamanan di kantor gubernur tidak memengaruhi rencana aksi yang telah disusun. Massa tetap berkumpul dan menunggu kedatangan peserta lain, khususnya dari kalangan mahasiswa.
"Jadi saya rasa itu enggak membuat kita jadi takut. Jadi ya itulah pandangan untuk pagar-pagar tidak jelas yang ada di gubernur itu," tutupnya.
Hingga saat ini, jumlah massa di Islamic Center terus bertambah seiring kedatangan peserta dari berbagai daerah.
Kontributor: Giovanni Gilbert
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Ketua MUI Kaltim Sampaikan Pesan Khusus buat Massa Demo dan Aparat Keamanan
-
Wali Kota Samarinda Jelaskan Polemik Sewa Land Rover Defender buat Mobil Dinas
-
Pagar Kantor Gubernur Dipasang Kawat Berduri, Massa Aksi 21 April: Nggak Takut!
-
Massa Aksi Mulai Padati Titik Kumpul, Mahasiswa Konvoi ke Kantor Gubernur Kaltim
-
Aksi 21 April, Pemasangan Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim Dinilai Berlebihan