- Massa aksi 21 April mulai memadati titik kumpul di Islamic Center Samarinda.
- Mereka yang telah hadir merupakan kelompok masyarakat dan sejumlah organisasi.
- Sementara mahasiswa dari berbagai kampus mulai bergerak menuju lokasi unjuk rasa.
SuaraKaltim.id - Massa aksi mulai bersiap di kawasan Islamic Center Samarinda menjelang rencana demonstrasi pada 21 April yang akan bergerak ke Kantor DPRD Kalimantan Timur (Kaltim).
Sejumlah kelompok masyarakat dan organisasi telah hadir di lokasi, sementara mahasiswa dari berbagai kampus mulai bergerak bersama menuju titik aksi.
Humas aksi, Bella Monica mengatakan bahwa saat ini massa dari berbagai unsur telah berada di Islamic Center.
Ia menyebut kehadiran peserta aksi tidak hanya berasal dari satu wilayah, melainkan dari berbagai daerah di Kaltim.
"Jadi untuk sekarang kita sudah ngumpul di Islamic Center. Ini sudah banyak ormas-ormas," kata Bella.
Menurut dia, berdasarkan kesepakatan sebelumnya, massa aksi juga dijadwalkan datang dari sejumlah daerah lain, termasuk Tenggarong dan wilayah di luar Samarinda. Kehadiran mereka masih ditunggu untuk bergabung di titik kumpul utama.
Sementara itu, kelompok mahasiswa saat ini akan datang dari GOR Universitas Mulawarman pada 27 September.
Para mahasiswa dari Universitas Mulawarman direncanakan akan menjemput peserta dari kampus lain sebelum bergerak bersama menuju Islamic Center.
"Untuk mahasiswa sekarang lagi berkumpul di GOR Unmul 27 September. Nanti teman-teman bakal menjemput teman-teman dari universitas lain," lanjutnya.
Ia menjelaskan bahwa mahasiswa dari Universitas Mulawarman akan berkoordinasi dengan mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Kaltim, Universitas Widya Gama Mahakam, dan berbagai kampus lainnya. Setelah itu, mereka akan bergerak secara bersama sama menuju titik kumpul utama.
"Jadi ada Unmul bakal jemput teman-teman di UMKT, UNTAG, dan yang lain. Jadi mereka akan konvoi ke sini. Jadi ini lagi menunggu teman-teman dari mahasiswa," ujarnya.
Di tengah konsolidasi massa tersebut, Bella juga menyinggung kondisi di Kantor Gubernur Kaltim yang disebut telah dipasangi pagar kawat dan kawat berduri.
Ia menyebut pemasangan tersebut tidak memengaruhi sikap massa aksi.
Menurut Bella, keberadaan pengamanan tambahan tersebut tidak membuat massa merasa terintimidasi.
Ia menegaskan bahwa tujuan aksi tetap untuk menyampaikan aspirasi dan kekecewaan terhadap kebijakan pemerintah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Polda Kaltim Kerahkan 2.263 Personel-Pasang Kawat Berduri, Gas Air Mata Opsi Terakhir!
-
Ketua MUI Kaltim Sampaikan Pesan Khusus buat Massa Demo dan Aparat Keamanan
-
Wali Kota Samarinda Jelaskan Polemik Sewa Land Rover Defender buat Mobil Dinas
-
Pagar Kantor Gubernur Dipasang Kawat Berduri, Massa Aksi 21 April: Nggak Takut!
-
Massa Aksi Mulai Padati Titik Kumpul, Mahasiswa Konvoi ke Kantor Gubernur Kaltim