- Tokoh masyarakat Kalimantan Timur mendorong hak angket DPRD provinsi.
- Dia mengawal hak angket sebagai evaluasi kinerja Gubernur Rudy Mas'ud.
- Menurutnya, mempermainkan aspirasi rakyat demi politik praktis sangat tak etis.
SuaraKaltim.id - Hak angket anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) terkait evaluasi kinerja Gubernur Rudy Mas'ud terus menjadi perhatian sejumlah pihak.
Tokoh masyarakat Kaltim, Harbiansyah Hanafiah meminta para anggota dewan yang telah menyetujui aspirasi masyarakat untuk berkomitmen mengawal usulan hak angket.
Harbiansyah menyatakan bahwa hak angket tersebut merupakan murni merupakan aspirasi rakyat dari realitas di lapangan.
"Para wakil rakyat sudah sepatutnya melaksanakan kehendak rakyat. Jangan sampai masalah ini menjadi catatan demokrasi yang buruk, yang pada akhirnya dapat meruntuhkan kepercayaan masyarakat pada Pemilu 2029 mendatang," tegasnya dikutip dari Antara, Minggu (17/5/2026).
Harbiansyah yang merupakan inisiator Masyarakat Peduli Kalimantan Timur (MPKT) ini menegaskan agar usulan tersebut diperjuangkan secara konsisten hingga pelaksanaan sidang pleno di legislatif.
Oleh karena itu, tuntutan tersebut tidak boleh sekadar didengar, melainkan harus direalisasikan secara konkret.
Pernyataan keras mantan tokoh olahraga Kaltim ini dipicu oleh berhembusnya isu mengenai adanya partai politik yang mencoba melakukan evaluasi ulang atau menarik dukungan terhadap hak angket.
Menurutnya, tindakan mempermainkan aspirasi rakyat demi kepentingan politik praktis sangatlah tidak etis.
Sebelumnya, MPKT yang dipimpin Harbiansyah bersama sejumlah akademisi, pengusaha, mantan birokrat, dan tokoh olahraga daerah, telah menyampaikan bahwa gerakan ini dipicu oleh meningkatnya ketidakpuasan publik terhadap kinerja serta kebijakan Gubernur Kaltim saat ini.
Harbiansyah menilai beberapa kebijakan strategis daerah tidak lagi mencerminkan kepentingan publik, melainkan lebih condong pada kepentingan politik dan bisnis kelompok tertentu.
"Ngono yo ngono tapi ojo ngono," katanya mengutip pernyataan mantan Ketua PSSI, Kardono.
Ungkapan Jawa tersebut berarti, "Begitu ya begitu, tetapi jangan begitu".
Dalam konteks kepemimpinan dan kekuasaan, ungkapan ini merupakan sebuah sindiran halus sekaligus peringatan keras agar seorang pemimpin tidak bertindak sewenang-wenang dan melampaui batas etika.
Sebagai informasi, Harbiansyah Hanafiah merupakan salah satu tokoh multisektoral cukup berpengaruh di Kaltim dengan rekam jejak panjang di berbagai bidang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
Kaltim Hadapi Tantangan Backlog 591 Ribu KK, Program Rumah Subsidi Digenjot
-
BKSDA Kaltim Lepasliarkan Orang Utan yang Viral Melintas di Jalan
-
Kawat Medis Tertinggal Dalam Jantung, Dugaan Malpraktik di RSUD Samarinda
-
PHRI Kritik Gubernur Rudy Mas'ud yang Utamakan Hotel BUMD untuk Kegiatan Dinas
-
Rudy Mas'ud Arahkan Kegiatan ke Hotel BUMD, Dinas Pariwisata Ungkap Alasannya