- Induk orangutan kurus dan anaknya berjalan di lokasi tambang viral lagi.
- Peristiwa memprihatinkan itu terjadi pada 2023 di Kabupaten Kutai Timur.
- Kekinian, BKSDA Kalimantan Timur dan COP melepasliarkan satwa tersebut.
SuaraKaltim.id - Cuplikan video yang menampilkan induk orangutan dengan kondisi kurus kering dan anaknya berjalan melintasi jalan angkut (hauling) tambang batu bara viral di media sosial.
Disebutkan, peristiwa memprihatinkan tersebut terjadi di wilayah perbatasan konsesi pertambangan antara PT Ganda Alam Makmur dan PT Indexim di Kecamatan Kaubun, Kabupaten Kutai Timur.
Peristiwa itu ternyata terjadi pada September 2023 dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur bersama Centre for Orangutan Protection (COP) bergerak cepat melakukan penyelamatan.
"Kedua individu ini dievakuasi dari kawasan hutan yang telah beralih fungsi menjadi area pertambangan. Kondisi mereka saat ditemukan sangat memprihatinkan akibat mengalami malnutrisi berat karena berada di lokasi yang sangat minim sumber pakan," ujar Manajer Pusat Rehabilitasi Orangutan COP, Widi Nursanti dilansir dari Kaltimtoday--jaringan Suara.com.
Orangutan betina dan bayinya itu terekam di kawasan operasional perusahaan tersebut berada di dalam Lanskap Karaitan yang meliputi Kecamatan Bengalon, Kaubun, dan Kaliorang.
Wilayah ini merupakan koridor metapopulasi orang utan yang kian terfragmentasi menjadi pulau-pulau hutan kecil akibat masifnya aktivitas industri ekstraktif seperti pertambangan batu bara, perkebunan kelapa sawit, hingga Hutan Tanaman Industri (HTI).
Kedua satwa malang yang kemudian diberi nama Mauliyan (induk, 17 tahun) dan Ariandi (bayi, 3 tahun) itu langsung dievakuasi menuju pusat rehabilitasi Borneo Orangutan Rescue Alliance (BORA) di Kabupaten Berau.
Proses evakuasi di lapangan pun berlangsung dramatis. Akibat kondisi fisik Mauliyan yang sangat kurus hingga menyisakan tulang, tim medis sempat meleset tiga kali saat menembakkan senapan bius sebelum akhirnya peluru keempat mengenai sasaran.
Saat Mauliyan mulai kehilangan kesadaran, bayinya sempat terlepas dari pelukan namun berhasil ditangkap dengan aman oleh tim penyelamat menggunakan jaring khusus.
Saat pertama kali tiba di klinik rehabilitasi, Mauliyan divonis menderita malnutrisi ekstrem dengan Body Condition Score (BCS) hanya 1,5 dari skala 5.
Kondisi matanya cekung, mengalami dehidrasi, kulit kering mengelupas, serta kehilangan hampir seluruh rambut di tubuhnya.
Ironisnya, meski puting susu Mauliyan membesar tanda sedang aktif menyusui Ariandi, air susu yang keluar sangat sedikit karena tubuhnya kekurangan nutrisi.
Bahkan, setelah enam hari menjalani perawatan, Mauliyan sempat pingsan akibat mengalami komplikasi hipokalsemia (kekurangan kalsium) dan hipoglikemia karena kadar glukosa darahnya merosot hingga 52 mg/dL.
"Mauliyan sempat tidak sadarkan diri dari pagi hingga siang. Tim medis langsung bergerak cepat memberikan terapi cairan infus Dextrose, elektrolit, serta formula pakan khusus berupa asupan madu, buah alpukat yang kaya lemak, susu kedelai, hingga minyak kelapa murni (coconut oil) untuk mempercepat pemulihan fisiknya," ungkap Paramedis COP, Miftachul Hanifah.
Melalui penanganan intensif tersebut, berat badan Mauliyan yang semula hanya 19 kilogram melonjak drastis menjadi 27 kilogram dalam waktu tiga bulan, dan mencapai 34 kilogram pada Maret 2024.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Viral Lagi, Terungkap Kondisi Terkini Orangutan Kurus dan Anaknya di Kutai Timur
-
Fundamental Kokoh, PSGO Imbangi Pertumbuhan Usaha dan Pembagian Dividen
-
Warga Kaltim Diminta Waspada Hujan Petir saat Perayaan Iduladha
-
Presiden Prabowo Berikan 13 Sapi Kurban untuk Masyarakat Kaltim
-
Kenali Sukuk ST016, Instrumen Investasi Syariah yang Kian Diminati