Eko Faizin
Selasa, 09 Juni 2026 | 18:50 WIB
Ilustrasi Jemaah Haji. [Pexels/Mustafa Fathy]
Baca 10 detik
  • Enam jemaah haji asal Kalimantan Timur meninggal dunia di Tanah Suci.
  • Ketua PPIH menyebut jemaah wafat akibat cuaca ekstrem dan kelelahan.
  • Angka kematian peserta haji asal Kaltim tahun ini mengalami peningkatan.

SuaraKaltim.id - Sebanyak 9 jemaah haji dari Embarkasi Balikpapan, dengan enam orang di antaranya asal Kalimantan Timur (Kaltim), dilaporkan wafat di Tanah Suci akibat cuaca ekstrem dan kelelahan.

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Balikpapan Mohlis Hasan mengatakan suhu panas di Tanah Suci mencapai 47 derajat Celsius.

"Penyebab kematian sebagian besar karena sakit, kelelahan, serangan jantung, atau penyakit bawaan akibat paparan suhu panas yang mencapai 47 derajat Celsius di sana," katanya dikutip dari Antara, Selasa (9/6/2026).

Mohlis menjelaskan angka kematian peserta haji asal wilayah Kaltim pada musim haji tahun ini mengalami peningkatan menjadi 6 orang, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang berjumlah empat orang.

Terkait agenda pemulangan, rombongan jamaah haji Kloter 02 telah mendarat dengan selamat pada tanggal 9 Juni pukul 10.00 WITA dan disambut secara langsung oleh Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim Seno Aji.

Sebelumnya, rombongan jamaah Kloter 01 yang berjumlah total 360 orang dan didominasi oleh warga Kota Samarinda telah tiba lebih dahulu pada tanggal 7 Juni lalu.

"Rombongan Kloter 02 ini juga membawa total 360 orang haji, yang sebagian besar berasal dari Kota Balikpapan beserta tambahan beberapa jamaah mutasi dari Kutai Kartanegara," jelas Mohlis.

Setibanya di Asrama Haji, seluruh jemaah langsung mengikuti prosesi serah terima, pengecekan barang bawaan oleh tim bea cukai, serta tahapan pemeriksaan kesehatan lanjutan.

Pemeriksaan kesehatan setelah kedatangan ini difokuskan bagi para jemaah yang memerlukan perhatian khusus, mengingat prosedurnya saat ini dipastikan tidak seketat saat proses pemberangkatan.

Tahapan pemulangan jemaah haji tersebut akan terus berlangsung secara bertahap hingga ketibaan kloter ke-16 sebagai kloter terakhir pada tanggal 30 Juni pukul 04.30 WITA.

"Secara keseluruhan kondisi kesehatan fisik jamaah yang telah kembali ke Tanah Air terpantau cukup sehat, meski terdapat beberapa keluhan batuk ringan tanpa gangguan medis berat," ungkap Mohlis.

Kini pihak panitia penyelenggara haji daerah tengah melakukan persiapan teknis untuk menyambut kedatangan jamaah Kloter 03 yang dijadwalkan tiba pada tanggal 11 Juni mendatang.

Load More