- Diskominfo Kalimantan Timur berencana menindak tegas media lokal yang melanggar kode etik jurnalistik demi menjaga integritas profesi.
- Kepala Diskominfo Muhammad Faisal tengah mempersiapkan pelaporan ke Dewan Pers setelah berkoordinasi dengan sejumlah tokoh pers senior.
- Pemerintah daerah juga akan memproses pelanggaran hukum di media sosial menggunakan ketentuan dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.
SuaraKaltim.id - Pemprov Kalimantan Timur (Kaltim) melalui Diskominfo bakal mengambil langkah tegas terhadap media lokal yang dinilai melanggar kode etik jurnalistik.
Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal menuturkan, pihaknya tengah mempersiapkan langkah tersebut dan telah berkoordinasi dengan sejumlah tokoh senior di dunia pers.
"Saya tidak alergi dengan media. Justru saya ingin masuk ke orang yang profesional, yang sudah punya profesi, sudah kompeten, sudah punya sertifikasi, tetapi jadi tidak beretika," jelasnya dikutip dari Kaltimtoday--jaringan Suara.com, Senin (15/6/2026).
Faisal menyoroti pihak-pihak yang dinilai sudah kompeten dan memahami etika pers, akan tetapi mengabaikan kaidah jurnalistik demi mengejar viralitas.
Menurutnya, pelanggaran yang dilakukan oleh insan yang telah memiliki kompetensi dan sertifikasi jurnalistik justru lebih memprihatinkan karena dilakukan dengan kesadaran penuh terhadap aturan yang berlaku.
Terkait rencana pelaporan ke Dewan Pers, Faisal mengatakan pembahasan mengenai langkah tersebut sudah dilakukan.
Saat ini, pihaknya masih mempersiapkan berbagai aspek agar proses yang ditempuh sesuai dengan mekanisme yang berlaku.
"Tinggal nanti persetujuan dari Gubernur Kaltim," ungkapnya.
Selain persoalan pers, Diskominfo Kaltim juga tengah mencermati sejumlah kasus yang berkaitan dengan aktivitas di media sosial.
Jika dalam perkembangannya ditemukan unsur pelanggaran hukum, penanganannya akan mengacu pada ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
Faisal menambahkan, pihaknya saat ini memilih menunggu momentum yang tepat sembari mempersiapkan langkah lanjutan.
Ia berharap insan pers, terutama media yang telah terverifikasi dan memiliki standar profesional, tetap menjaga integritas serta menjunjung tinggi etika jurnalistik dalam menjalankan tugasnya.
"Kalau saya, tentu akan terus mendorong kawan-kawan media, apalagi yang sudah terverifikasi, untuk tetap menjaga profesionalisme. Selebihnya, saya kira hukum alam akan bekerja dengan sendirinya," tegas Faisal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
'Seperti Batang Kayu', Orang Utan Kerap Muncul di Jalan Poros Kutai Timur
-
33,8 Juta Debitur Dilayani, BRI Perkuat Peran dalam Holding UMi
-
BKSDA Kaltim Selidiki Kemunculan Orang Utan di Jalan Raya Bengalon Kutim
-
Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif
-
Kisah Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Bawa Cita Rasa Bubur Cirebon ke Taipei