- Tim gabungan Polri menangkap sembilan tersangka kasus narkoba dan pembunuhan tiga anggota Polres Katingan di Kalimantan Tengah.
- Penangkapan berlangsung di enam lokasi berbeda di Kalimantan Tengah dan Timur sepanjang periode 3 hingga 8 Juli 2026.
- Para tersangka terbukti melakukan penganiayaan berat serta penembakan terhadap petugas saat operasi penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei.
SuaraKaltim.id - Polri membekuk 9 tersangka kasus narkoba sekaligus terduga pelaku pembunuhan tiga anggota Polres Katingan, Kalimantan Tengah, saat penggerebekan bandar narkotika di Desa Tumbang Kalemei.
Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso dalam keterangannya mengatakan penangkapan para tersangka dilakukan dalam operasi yang dilakukan tim gabungan.
Menurut Eko, para tersangka ditangkap di enam lokasi berbeda yang berada di wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Penangkapan dilakukan dalam operasi yang berlangsung sejak Jumat (3/7/2026) sampai dengan Rabu (8/72026).
"Kesembilan tersangka masing-masing inisial SD alias AT, DN alias DEA, IMP alias RB, NM, ARS alias YD dan ML, BO, RL, BS, dan PR," kata Eko dikutip dari Antara, Sabtu (11/72026).
Dia menjelaskan dalam perkara ini, para tersangka pembunuhan polisi tersebut memiliki peran berbeda-beda.
Seperti tersangka SD berperan membawa senjata api rakitan, dan menembak petugas, sekaligus memprovokasi warga.
Tersangka IMP alias RB berperan sebagai pembawa senjata api rakitan, memprovokasi warga dan membuang jenazah ke sungai. Tersangka NM berperan sebagai pembawa tombak dan memprovokasi warga.
Kemudian tersangka ARS alias YD juga berperan memprovokasi warga dan membacok petugas menggunakan parang, tersangka LLP berperan membawa parang, senjata api rakitan dan menembak petugas.
"Tersangka BO sebagai badar narkoba, menyerang dan menganiaya petugas menggunakan senjata api rakitan dan parang, juga memprovokasi warga," ungkap jenderal polisi bintang satu itu.
Selanjutnya, tersangka RL berperan sebagai pengedar sabu, memprovokasi warga, membawa senjata api rakitan dan melakukan penembakan, tersangka PI berperan membawa senjata api rakitan, mandau, dan menembak petugas.
Untuk tersangka DN, satu-satunya perempuan, tidak dipaparkan perannya, juga turut diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka.
Selain 9 tersangka, dalam kasus ini Polri juga menetapkan tiga pelaku masuk daftar pencarian orang (DPO) atau buronan yakni inisial PA alias DY berperan sebagai pembawa senjata tajam jenis pisau daging dan senjata api rakitan, melakukan pembacokan terhadap personel Polri, serta turut membuang jenazah korban ke sungai.
DPO DR alias IYS berperan membawa tombak dan melakukan penusukan terhadap korban saat berada di sekitar sungai. Dan DPO IL berperan membawa senjata api rakitan, serta turut melakukan pengejaran dan penyerangan terhadap personel Satresnarkoba Polres Katingan.
Seperti diberitakan sebelumnya, tiga anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Katingan, Kalimantan Tengah, meninggal dunia saat mengikuti operasi penggerebekan terhadap terduga bandar narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kamis (2/7/2026) dini hari.
Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono menjelaskan, operasi diawali dengan penggerebekan terhadap terduga pelaku tindak pidana narkotika. Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan salah seorang terduga pelaku.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Tak Lagi Optimis Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Respons Santai: Pilpres Masih Jauh
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
BRI Kembali Jadi Merek Paling Bernilai di Indonesia, Bukti Konsistensi Jaga Kepercayaan Nasabah
-
Bukan Tenggelam, Pria Tewas di Sungai Mahakam Ternyata Korban Pengeroyokan
-
Warga Kaltim Diminta Waspada Sakit ISPA dan Demam Berdarah
-
Dukung Gelaran MotoGP Mandalika Berkelanjutan, BRI Perkuat Waste Management Melalui BRI Peduli
-
BRI dan KPK Bersinergi Cetak Penyuluh Antikorupsi