- Rektor UNU Kaltim menargetkan sepuluh jurnal program studi terakreditasi SINTA dan tiga jurnal internasional menembus Scopus.
- UNU Kaltim menggandeng Asosiasi Pengelola Jurnal Informatika dan Komputer untuk mendampingi peningkatan kualitas tata kelola jurnal universitas.
- Kolaborasi editor dan reviewer dari berbagai negara dilakukan untuk memenuhi standar tinggi pengelolaan jurnal internasional.
SuaraKaltim.id - Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur (UNU Kaltim) memasang target besar dalam memperkuat reputasi akademiknya melalui publikasi ilmiah.
Kampus tersebut menargetkan seluruh jurnal yang dikelola setiap program studi mampu meraih akreditasi nasional melalui Science and Technology Index (SINTA), sementara tiga jurnal internasional yang telah dimiliki didorong agar dapat menembus indeks Scopus.
Rektor UNU Kaltim, Prof. Dr. Ir. Hamdani, S.T., M.Cs., IPM, mengatakan penguatan kualitas jurnal menjadi salah satu fokus utama universitas dalam membangun budaya riset yang berdaya saing, baik di tingkat nasional maupun internasional.
"Saat ini ada beberapa jurnal yang dikelola di UNU Kaltim. Kami memiliki 10 program studi, sehingga masing-masing program studi memiliki jurnal yang dikelola secara khusus. Harapan besar kami, seluruh jurnal tersebut dapat memperoleh akreditasi nasional, minimal terindeks SINTA," ujar Prof. Hamdani.
Ia menjelaskan, sepuluh jurnal tersebut berasal dari seluruh program studi di lingkungan UNU Kaltim, mulai dari Farmasi, Akuntansi, Teknik Industri, Teknologi Industri Pertanian, Arsitektur, Desain Interior, Informatika, Hubungan Internasional, Ilmu Komunikasi hingga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Menurutnya, keberadaan jurnal di setiap program studi bukan hanya menjadi wadah publikasi akademik, tetapi juga menjadi media bagi dosen, mahasiswa, dan peneliti untuk menghasilkan karya ilmiah yang mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat.
Selain mengembangkan jurnal nasional, UNU Kaltim juga mengelola tiga jurnal internasional, yakni Information System Design and Development (ISADD), International Journal of Apply Mathematics and Computing (IJAMC), serta International Journal of Machine Learning (IJOML).
Ketiga jurnal tersebut saat ini telah terindeks Index Copernicus. Namun, universitas menargetkan peningkatan kualitas agar seluruhnya memenuhi standar untuk masuk ke dalam basis data Scopus.
"Sementara jurnal nasional kami targetkan masuk SINTA, untuk jurnal internasional kami menargetkan bisa terindeks Scopus. Saat ini sudah ada satu jurnal di UNU Kaltim yang berhasil terindeks SINTA. Kami berharap sembilan jurnal lainnya segera menyusul, sedangkan tiga jurnal internasional dapat meningkatkan kualitasnya hingga memenuhi standar Scopus," katanya.
Untuk mencapai target tersebut, UNU Kaltim menggandeng Asosiasi Pengelola Jurnal Informatika dan Komputer (APJIK) sebagai mitra pendamping dalam meningkatkan kualitas tata kelola jurnal.
Prof. Hamdani menilai pengalaman APJIK dalam mendampingi ratusan jurnal menjadi modal penting bagi UNU Kaltim untuk mempercepat peningkatan mutu publikasi ilmiah.
"Kami bekerja sama dengan APJIK. Mereka sudah mengelola sekitar 800 jurnal di Indonesia bahkan internasional. Pengalamannya sangat luar biasa, sehingga kami berharap dapat belajar dari sistem pengelolaan yang telah mereka bangun," jelasnya.
Ia menambahkan, pengelolaan jurnal internasional menuntut standar yang jauh lebih tinggi dibandingkan jurnal nasional. Selain kualitas artikel, keterlibatan editor dan reviewer dari berbagai negara menjadi salah satu syarat penting dalam membangun kredibilitas jurnal.
"Editor jurnal kami berkolaborasi dengan perguruan tinggi luar negeri. Begitu pula reviewer berasal dari berbagai negara seperti Kolombia, Korea Selatan, India, Tiongkok, Malaysia, Singapura hingga beberapa negara Eropa seperti Polandia. Kolaborasi internasional seperti ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas jurnal," ungkapnya.
Menurut Prof. Hamdani, seluruh upaya tersebut sejalan dengan visi UNU Kaltim untuk membangun kampus yang tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui hasil riset dan inovasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Eksepsi Budiono Tanbun Ditolak, Pakar Unmul Justru Soroti Daluwarsa Kasus Tambang JMB
-
Ahli BPKP Ungkap Metode Potential Loss, Kuasa Hukum JMB Soroti Kepastian Audit
-
Polda Tetapkan 33 Tersangka Karhutla Kaltim, Dua di Antaranya Korporasi
-
Haunted Garden Hadir di IKN, Ada Dinner Halloween hingga Atraksi Fire Juggling
-
37 Orang Diamankan Terkait Pencurian Kabel Telkom di Samarinda, 4 Ditetapkan Tersangka