"Jadi setelah ambil uang itu, ibu sama anaknya ini tertangkap sama pihak kami. Kami intrograsi, karena banyak berkelit jadi kami laporkan ke Polisi. Kita sayangkan, ini ada dibeberapa rekaman CCTV, si ibu kok tega ajak anaknya untuk mencuri," ucap Rahmad.
Bila direka ulang adegan, lanjutnya, kejadian itu terjadi sekitar pukul 13.30 Wita, Kamis siang (15/10/2020). Awalnya si ibu bersama anak laki-lakinya datang ke Masjid At Taqarrub dengan mengendarai motor.
Tiba dihalaman parkir, selanjutnya si ibu memerintahkan si anak untuk memantau kondisi masjid terlebih dahulu.
Dengan mengendap-endap, si anak yang mengenakan pakaian putih dan bertopi hitam kemudian masuk kedalam masjid. Setelah dipastikan tidak ada orang didalam masjid.
Baca Juga:Alhamdulillah! Pariwisata Samarinda Dapat Hibah Rp 15 M dari Kemenparekraf
Keduanya langsung melaksanakan aksinya. Si anak bertugas mencongkel uang, sementara si ibu berjaga di depan pintu.
Cara mencungkilnya sangat mudah, dia lantas menghabiskan semua uang di kota amal dengan waktu kurang dari 1 menit.
“Kami pernah nasehatin juga jangan bawa anaknya kalau lakukan tindakan jahat. Alasannya curi uang kotak amal karena kesulitan ekonomi. Mau dibantu tapi bagaimana, ini jadi kebiasaan,” ujarnya.
Sebenarnya, kata dia, kedua pelaku dibawa ke kantor polisi, bukan untuk dilaporkan tindak pidana. Tapi pihak pengelola masjid meminta polisi agar memberi efek jera dan nasihat saja.
"Kasian saja, kami tidak mau menindaklanjutinya ke hukum. Cukup dengan mediasi, semoga bisa lebih baik. Urusan kotak amal yang hilang itu sudah dihitung sama Allah," ucapnya.
Baca Juga:TOK! KPU Samarinda Tetapkan 576.981 Pemilih Masuk dalam DPT Pilkada 2020
Disinggung jumlah uang yang sudah dicuri, Rachmad tidak tahu.