alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Takut Ancaman Korban, Alasan RA Bunuh dan Buang Jasad FS di Kandang Buaya

Chandra Iswinarno Senin, 26 Oktober 2020 | 18:54 WIB

Takut Ancaman Korban, Alasan RA Bunuh dan Buang Jasad FS di Kandang Buaya
Ilustrasi mayat. [Antara]

Namun sebelum pembunuhan terjadi, diketahui korban dan pelaku awalnya janjian untuk jalan bersama. Kebetulan mereka sudah saling mengenal.

SuaraKaltim.id - Tersangka RA yang melakukan pembunuhan terhadap wanita berinisial FS, sampai saat ini masih dalam perjalanan dari Kalimantan Tengah (Kalteng) ke Kalimantan TImur (Kaltim). Tersangka dipastikan tiba di Mapolres Berau pada Senin (26/10/2020) malam.

Sementara informasi yang dihimpun, adapun motif pembunuhan yang dilakukan pelaku terhadap korban, lantaran pelaku merasa takut atas ancaman korban, yakni mengungkap hubungan mereka terhadap keluarganya, jika tidak memenuhi permintaan korban.

"Korban mengancam pelaku agar memenuhi permintaannya. Karena pelaku merasa terancam, pelaku pun merencanakan pembunuhan," kata Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Erning kepada Suara.com.

Namun sebelum pembunuhan terjadi, diketahui korban dan pelaku awalnya janjian untuk jalan bersama. Kebetulan mereka sudah saling mengenal.

Mereka pun sepakat bertemu di seputaran RSUD Abdul Rivai Berau. Korban sendiri datang ke rumah sakit mengendarai sepeda motor  yang kemudian ditaruh di parkiran rumah sakit.

Sejurus kemudian, pelaku datang menjemput korban mengendarai mobil pribadi jenis Kijang Innova. Lalu mereka pergi ke suatu tempat dan melakukan hubungan badan di lokasi tersebut.

"Usai berhubungan badan, mereka kemudian pergi ke salah tempat karaoke di wilayah hukum kami (Berau)," ungkap Edy.

Setelah selesai karaoke dan minum bareng, dalam perjalanan, korban menyampaikan permintaannya kepada pelaku dan mengatakan kalau tidak diindahkan, apa yang mereka lakukan akan dibongkar korban ke keluarga pelaku.

Mendengar itu, pelaku pun sontak merencanakan pembunuhan. Pelaku langsung berniat membawa korban ke kawasan penangkaran buaya dan akan melakukan eksekusi di sana.

Karena rencana pembunuhan pelaku sudah matang, dalam perjalanan, pelaku berhenti di sebuah warung dan membeli tali dan lakban. Saat itu korban tidak menaruh rasa curiga karena tidak memerhatikan apa yang dibeli pelaku.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait