SuaraKaltim.id - Nasib nahas dialami pemuda berinisial A (31), Warga Jalan Gerilya Kecamatan Sungai Pinang yang menjadi bulan-bulanan massa karena tertangkap basah mencuri helm Pesepakbola Borneo FC Sultan Samma.
Peristiwa tersebut diketahui terjadi di halaman parkir kantor PDAM Tirta Kencana Samarinda pada Selasa (8/12/2020) sore.
Saat ditahan pihak keamanan PDAM Tirta Kencana, pelaku menyimpan sebilah senjata tajam (sajam) berupa badik yang diselipkan di pinggul bagian kirinya.
Mengetahui hal itu, warga yang geram langsung menghajarnya. Meski beberapa kali dilerai oleh petugas keamanan. Belakangan diketahui, helm yang hendak dicuri A adalah milik Sultan Samma, pesepakbola Borneo FC.
Baca Juga:Aksi Oknum Mengaku Debt Collector Mencoba Merampas Motor, Helm Melayang
Dari informasi yang dihimpun, saat beraksi pelaku mengendarai motor bersama rekannya dari arah Jalan Arjuna menuju depan kantor PDAM Tirta Kencana. Saat itu, pelaku berhenti di pinggir jalan, lalu melompati pagar dan menuju ke motor milik Sultan Samma.
Helm yang menggantung di spion pun dengan mudah dia ambil. Namun apesnya, aksi pelaku diketahui salah satu warga yang sedang melintas. Sontak ia langsung diteriaki maling. Seketika warga pun berkumpul dan berhasil mengepung pelaku yang tertangkap basah.
Sementara rekannya yang menunggu di atas motor langsung kabur, setelah mengetahui pelaku diteriaki maling oleh warga. Pelaku yang berhasil ditangkap warga lalu dihadiahi bogeman mentah oleh massa yang geram.
“Tadi dia baru mau ngambil helm, cuman ketahuan warga. Ya tadi langsung dihajar warga, mungkin karena kesal kan. Karena memang sudah sering di kawasan sini kemalingan helm,” ungkap petugas keamanan PDAM Tirta Kencana Miftahul.
Miftahul beserta rekannya sesama petugas keamanan, berusaha mengamankan pelaku dari amukan warga. Namun amarah warga tak bisa dibendung ketika ditemukan sebilah sajam yang dibawa oleh pelaku.
Baca Juga:Emak-emak Lupa Lepas Helm saat Kondangan, Endingnya Bikin Tepok Jidat
“Kami kewalahan juga tadi, soalnya dia bawa sajam. Coba kami lerai, tapi karena warga banyak jadi pelaku tetap kena hajar,” ucapnya.