"Papa ketika itu memberi motivasi kepada saya. Udah, nama kamu segitu, kamu bisa menambahnya sendiri dengan rajin belajar, pasti akan bertambah setelah sarjana (gelar)," kata O menirukan ucapan papanya.
Pengalaman menarik yang dirasakan O adalah ketika SMA.
"Nama saya kan 0 (nol), ketika di absen selalu ditinggal, karena nol artinya kan tidak ada. Tapi setelah tahu bahwa nol itu adalah nama saya, mereka akan ingat terus," jelas O.
O juga merasakan manfaat pemberian nama terpendek. Sebab, orang-orang lebih mudah mengingat namanya, baik rekan seprofesi maupun teman-teman di masa sekolah dulu.
Baca Juga:Sempat Dibully, Kisah Nenek O Pengacara dengan Nama Terpendek di Dunia
"Saya tipikal orang pelupa. Kadang karena sudah lama tak bertemu sering tidak ingat namanya, sementara orang itu masih ingat nama saya. Kalau sudah seperti itu, maka saya sering minta maaf."
Kontributor : B Rahmat