Jangan Minder, Ukuran Penis Memengaruhi Kepuasan Seksual Hanya Mitos!

Selain ukuran penis, berikut beberapa mitos lain tentang kesehatan seksual pria.

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Minggu, 10 Januari 2021 | 21:08 WIB
Jangan Minder, Ukuran Penis Memengaruhi Kepuasan Seksual Hanya Mitos!
Ilustrasi penis, ejakulasi, mr p (Pixabay/derneumann)

SuaraKaltim.id - Ada beberapa stereotip yang berkembang di masyarakat tentang kesehatan seksual. Namun, banyak dari stereotip itu yang tak terbukti faktanya. Pada laki-laki, misalnya. Banyak dari mereka mengira ukuran penis memengaruhi seberapa baik performa seks.

Atau, ejakulasi dini tidak dapat disembuhkan. Nyatanya, kedua hal itu pernyataan yang tidak benar. Selain kedua hal itu, berikut beberapa mitos lain tentang kesehatan seksual pria, melansir laman Insider:

1. Mitos: ukuran penis memengaruhi kepuasan seksual

Ahli urologi di Orlando, Florida, Jamin Brahmbhatt, mengatakan bahwa panjang dan tebal penis seseorang bukanlah penentu seberapa puas secara seksual mereka dan pasangannya.

Baca Juga:Penting bagi Kesehatan Seksual Pria, 6 Cara Meningkatkan Hormon Testosteron

"Kebanyakan pria baik-baik saja dalam hal ukuran dan ketebalan. Tetapi ketika mereka membandingkan diri sendiri dengan film dewasa, mereka mungkin mulai merasa tidak aman," kata Brahmbhatt.

Brahmbhatt mengingatkan bahwa selama pria itu sehat seharusnya tidak akan mengurangi tingkat kepuasan seksual hanya karena ukuran organ intim.

Ilustrasi seks, bercinta. (Shutterstock)
Ilustrasi bercinta. (Shutterstock)

2. Mitos: testis biru bisa mematikan

Memang menakutkan melihat testis membiru, merasakan sakit, dan ketidaknyamanan pada bagian tersebut.

Namun, kondisi yang bisa menjadi indikasi hipertensi epididimis tidak mengancam jiwa atau berisiko mengalami kerusakan permanen.

Baca Juga:Pandemi Covid-19 Berdampak Pada Kesehatan Seksual Perempuan, Seperti Apa?

"Hipertensi epididimis terjadi ketika seseorang memiliki kelebihan darah di testis akibat gelombang ereksi yang tidak diikuti ejakulasi," tutur Brahmbatt.

Biasanya, ketika seorang pria terangsang, darah mengalir ke penis dan testikel, dan menyebabkan ereksi. Jika pria mengalami ejakulasi, darah kembali ke tingkat normal. Tetapi jika tidak, testis dapat membiru.

Ilustrasi bercinta (Shutterstock)

3. Mitos: pria tidak pernah berpura-pura orgasme

Ketika pria mencapai klimaks, tandanya adalah ejakulasi. Tapi bukan berarti pria tidak bisa berpura-pura orgasme.

"Pria bisa memalsukan apa yang terlihat dan suara orgasme. Satu-satunya masalah adalah mungkin tidak terlihat ejakulasi. Saat itu mereka mungkin akan menyalahkan obat atau masalah medis," kata Brahmbatt.

4. Mitos: pria harus berejakulasi agar puas atau mengalami kenikmatan seksual

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini