alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tenaga Kesehatan Banyak Positif Covid-19, RSKD Balikpapan Butuh 60 Perawat

Chandra Iswinarno Jum'at, 22 Januari 2021 | 18:43 WIB

Tenaga Kesehatan Banyak Positif Covid-19, RSKD Balikpapan Butuh 60 Perawat
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan menjadi tempat rujukan untuk Covid-19. Saat ini RSKD membutuhkan 60 perawat untuk merawat pasien Covid-19. [Inibalikpapan]

RSKD membutuhkan tenaga kesehatan (nakes) khususnya perawat lantaran ada beberapa nakes yang bekerja di rumah sakit pemerintah itu terpapar Covid-19.

SuaraKaltim.id - Meningkatnya angka pasien positif Covid-19 di Balikpapan membuat pihak Rumah Sakit Kanudjoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan harus menambah kapasitas. Selain itu, mereka juga butuh tenaga kesehatan (nakes) khususnya perawat, lantaran ada beberapa nakes yang bekerja di rumah sakit pemerintah itu terpapar Covid-19.

Direktur RSKD dr Edy Iskandar mengatakan, saat ini pihaknya tengah membutuhkan perawat sebanyak 60 orang dan sudah membuka lowongan bagi masyarakat yang ingin mendaftar sebagai nakes sejak beberapa hari yang lalu.

"Perawat yang dibutukan saat ini sebanyak 60 orang. Sejak beberapa waktu lalu sudah kami informasikan lowongan tersebut," ujarnya kepada Suarakaltim.id, Jumat (22/1/2021) sore.

Sebanyak 60 perawat yang mereka butuhkan, nantinya merawat pasien sesuai jumlah tempat tidur yang segera mereka tambah yakni 60 tempat tidur.

Baca Juga: Sudah Darurat! RSD Wisma Atlet Minta Kemenkes Secepatnya Kirim Nakes Baru

"Idealnya minimal satu perawat untuk satu tempat tidur atau pasien. Presentasinya satu banding satu," tambahnya.

Sementara saat disinggung soal jumlah pasien yang saat ini dirawat di rumah sakit yang berlokasi di Jalan MT Haryono, Balikpapan itu, Edy mengatakan sudah ada sekitar 130 pasien di ruang isolasi.

"Ada sekitar 130 pasien di ruang isolasi maupun ICU. 17 tempat tidur bayi juga sudah terisi sampai saat ini," katanya.

Karena pasien terus bertambah ke rumah sakit, setelah melakukan koordinasi dengan instansi terkait, mereka pun sepakat menambah 60 tempat tidur. Di mana dalam satu ruangan dari sebelumnya empat tempat tidur, kini menjadi enam tempat tidur.

"Tidak ada tenaga medis dari kabupaten maupun kota karena angkanya juga meningkat. Karena tidak ada, maka kami pun memutuskan untuk merekrut tenaga medis khususnya perawat secara langsung," ujarnya.

Baca Juga: Baru 619 Nakes di Kota Serang Terima Vaksin Covid-19, Ada Apa?

Kontributor : Tuntun Siallagan

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait