Kedinginan Parah Malah Buka Baju, Kenali Paradoxical Undressing yang Rawan Dialami Pendaki

Sering Dialami Pendaki, Kenali Paradoxical Undressing yang Bikin Tak Sadar Buka Baju

Rima Sekarani Imamun Nissa | Fita Nofiana
Senin, 28 Juni 2021 | 13:19 WIB
Kedinginan Parah Malah Buka Baju, Kenali Paradoxical Undressing yang Rawan Dialami Pendaki
Ilustrasi naik gunung (Shutterstock)

SuaraKaltim.id - Aktivitas mendaki gunung memang menyehatkan. Meski begitu, suhu di pegunungan yang kadang dinginnya terlalu ekstrem juga perlu diwaspadai pendaki karena berefek pada kesehatan. 

Mungkin Anda pernah mendengar beberapa pendaki yang meninggal dengan telanjang dada karena kedinginan. Bagaimana bisa seseorang yang kedinginan malah buka baju? 

Menurut Live Science, hipotermia dapat menimbulkan kondisi ini. Ketika hipotermia terjadi, seseorang bakal mulai menggigil, dan kebanyakan orang punya masalah gerakan, seperti tersandung, melambat dan koordinasi yang buruk.

Orang yang terkena hipotermia juga akan terlihat linglung, disorientasi atau bingung, dan mungkin berbicara tidak jelas atau bertindak seolah-olah mereka ada di bawah pengaruh obat-obatan atau alkohol.

Baca Juga:Viral Batu Besar Longsor dari Gunung Lintasi Pendaki, Netizen Dibuat Heran Sosok Ep Ep

Kalau hipotermia menjadi parah, pernapasan dan detak jantung bisa melambat ke tingkat yang berbahaya di mana membuat orang bisa kehilangan kesadaran dan akhirnya berisiko meninggal.

Ilustrasi seorang lelaki mendaki gunung. [Shutterstock]
Ilustrasi seorang lelaki mendaki gunung. [Shutterstock]

Selain itu, sebelum kehilangan kesadaran, orang yang menderita hipotermia diketahui menunjukkan beberapa perilaku aneh yang sebenarnya dapat menjadi bantuan terakhir untuk bertahan hidup. 

Salah satu tanda anehnya adalah paradoxical undressing. Istilah ini menggambarkan perilaku di antara banyak korban hipotermia ekstrim yang melepaskan sebagian besar atau malah seluruh pakaian mereka untuk meningkatkan kehilangan panas. 

Menurut para peneliti, menghentikan hilangnya panas dari ekstremitas tubuh menginduksi vasokonstriksi, kontraksi refleksif pembuluh darah. Sayangnya ini membuang waktu, otot-otot yang diperlukan untuk menginduksi vasokonstriksi menjadi lelah dan gagal, memicu darah hangat mengalir dari inti ke ekstremitas.

Kondisi ini menghasilkan semacam "hot flash" yang membikin korban hipotermia parah di mana sudah linglung dan kehilangan arah merasa seolah-olah terbakar sehingga justru melepas pakaian yang mereka gunakan.

Baca Juga:Elfin Nugraha, Pendaki Disabilitas yang Taklukkan Puncak Gunung Marapi dan Gunung Talang

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini