Bisnis Startup Bersemi saat Pandemi

Adanya pandemi perilaku konsumsi masyarakat berubah.

Denada S Putri
Minggu, 08 Agustus 2021 | 06:25 WIB
Bisnis Startup Bersemi saat Pandemi
Ilustrasi perusahaan rintisan atau startup (Shutterstock).

SuaraKaltim.id - Pandemi Covid-19 menjadi momen berseminya bisnis rintisan, alias startup . Salah satunya, bisnis rintisan yang memanfaatkan layanan digital.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan menjelaskan, startup di sektor e-commerce menjadi pilihan kebanyakan masyarakat, untuk memenuhi kebutuhan harian. 

Beberapa sektor startup seperti healthtech, e-groceries, marketplace dan logistik mengalami pertumbuhan permintaan yang signifikan. 

Tak hanya startup retail, peranan startup berbasis usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), juga sangat membantu sektor UMKM beradaptasi dengan perubahan.

Baca Juga:Bangga, Jakarta Jadi Kota dengan Ekosistem Startup Terbaik Kedua Setelah Mumbai

"Maka itu saya meminta para pelaku startup perlu untuk terus berinovasi dan menciptakan produk layanan yang dapat menjawab permasalahan juga tantangan masyarakat yang semakin beragam ke depannya," ujar Semuel dalam Webinar Startup Studio, Jumat (6/8/2021), yang disadur dari Suara.com.

Ilustrasi startup. [Shutterstock]
Ilustrasi startup. [Shutterstock]

Perilku konsumsi masyarakat berubah

Dalam kesempatan yang sama, Co-founder & CTO of HappyFresh Fajar Budiprasetyo mengungkapkan, adanya pandemi perilaku konsumsi masyarakat berubah.

Ia membuktikan dari Studi Nielsen yang menyebutkan, 49 persen konsumen menjadi lebih sering memasak di rumah. Akibat, imbauan untuk tetap berada di rumah, yang dikeluarkan pemerintah. 

Terlihat dari meningkatnya permintaan kebutuhan belanja rumah tangga, seperti kebutuhan dapur dan kebutuhan harian lainnya di platform HappyFresh. 

Baca Juga:Kominfo Luncurkan HUB.ID untuk Bantu Pertumbuhan Startup di Indonesia

"Kami juga melihat tren pertumbuhan konsumen baru, yang membuka akun di platform kami. Peralihan kanal belanja konsumen yang semakin nyaman dengan e-groceries ini, merupakan sinyal positif yang harus terus dieksplor dan dijaga momentumnya, oleh para pelaku startup e-groceries," ucapnya.

Ilustrasi kerja (pixabay.com/@StartupStockPhotos)
Ilustrasi kerja (pixabay.com/@StartupStockPhotos)

Jaga sinyal positif pertumbuhan bisnis startup

Fajar menambahkan, pihaknya telah memiliki cara untuk menjaga sinyal positif pertumbuhan bisnis startup. Caranya, dengan menghadirkan lebih banyak solusi yang dibutuhkan konsumen. Serta dengan memastikan jaminan stok dan kualitas produk.

"(Juga) kecepatan pengiriman. Ketiga hal tersebut menjadi faktor terpenting untuk menjaga retensi pelanggan," pungkas Fajar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini