Kemudian, pengecatan median jalan, alias trotoar juga dilakukan. Berdasarkan video yang viral di media sosial, nampak para pengecat rela melakukan tugasnya hingga dini hari.
![Kedatangan Presiden Republik Indonesia (RI) bersama rombongan disambut sorakan ratusan warga Samarinda di pinggiran Jalan Pahlawan. [Presisi.co]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/08/24/22680-kedatangan-presiden-jokowi-bersama-rombongan-disambut-sorakan-ratusan-warga-samarinda-presisico.jpg)
2. Seorang bocah bernama Amar yang rela berkerumun karena ingin lihat Presiden
Amar merupakan salah satu bocah asal Samarinda. Mendengar Presiden Jokowi ingin berkunjun ke kota tempat ia dibesarkan, dirinya pun senang.
Tapi sayang, ia harus rela ikut berdesak-desakan bersama warga lainnya demi melihat sang presiden lewat.
Baca Juga:Kunjungi Calon Ibukota Baru Indonesia, Jokowi Beri Kode Keras Pada Prabowo
Salah satu warga Jalan Arjuna, Kampung Jawa, Samarinda Ulu, Imam mengatakan alasan dirinya ikut menyambut Jokowi lantaran anaknya yang bernama Amar, merasa penasaran dengan sosok orang nomor satu di Indonesia itu.
"Kebetulan kakaknya Amar juga sedang divaksin di SMP 22. Ingin melihat Presiden katanya. Kalau saya biasa saja," ujar Imam, ayah dari Amar, disadur dari Presisi.co--Jaringan Suara.com, Selasa (24/8).
![Saat warga berebutan kaos dari Presiden di Jalan Pahlawan, Samarinda. [Suara.com Apriskian Tauda Parulian]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/08/24/89380-warga-berebutan-kaos-dari-presiden-samarinda-suaracom-apriskian-tauda-parulian.jpg)
3. Usai tinjau vaksinasi di SMPN 22 Samarinda, Presiden Jokowi bagi-bagi baju
Setelah meninjau langsung acara vaksianasi di SMP Negeri 22 Samarinda, mantan Wali Kota Solo periode 2012-2014 ini membagikan baju kepada masyarakat Samarinda.
Bagi-bagi baju itu ia lakukan dengan cara menitipkan kepada salah satu petugas, dan dilemparkan kepada masyarakat. Kerumunan akibat itu pun tak terelakkan.
Baca Juga:Pemeriksaan Hasanuddin Masud-Istri Soal Kasus Cek Kosong Tertunda, Jumintar: Saya Nantikan
Tapi tetap, antusiasme masyarakat akan itu tak berkurang. Ada yang merasa senang. Ada pula yang merasa sedih karena tidak dapat.