alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kisah Rosdiah 18 Tahun Tinggal di Jalan Padat Karya, Baru Ini Merasakan Banjir di Rumahnya

Denada S Putri Senin, 13 September 2021 | 16:55 WIB

Kisah Rosdiah 18 Tahun Tinggal di Jalan Padat Karya, Baru Ini Merasakan Banjir di Rumahnya
Rumah Rosdiah yang terendam banjir. [Suara.com/Apriskian Tauda Parulian]

Bahkan, dirinya menilai adanya bekas galian tambang di daerah itu merupakan penyebab banjir tersebut.

SuaraKaltim.id - Hujan deras yang mengguyur Kota Samarinda pada hari Minggu, (12/9/2021) memberikan beragam cerita yang dituturkan para warga korban banjir.

Salah satunya adalah Rosdiah (34). Dia merupakan warga Jalan Padat Karya, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda yang juga turut menjadi korban banjir.

Dia berkisah, banjir tersebut terjadi dan diawali saat hujan deras mengguyur sejak pukul 02.00 Wita dini hari. Bahkan kepanikan dia dan warga lainnya makin menjadi-jadi saat air sudah masuk melewati bagia belakang rumah.

"Hujannya malah makin deras, ternyata air sudah naik ke jalan. Nah ternyata pas air itu masuk kerumah dari belakang, sampai akhirnya air itu naik sampai lutut," ungkapnya, Senin (13/9/2021).

Baca Juga: Tasikmalaya Selatan Dilanda Banjir dan Longsor Usai Tiga Hari Diguyur Hujan

Melihat air sudah masuk kerumah, dirinya bersama keluarga langsung mengamankan barang-barang yang mereka miliki.

"Saya sama keluarga langsung mengamankan barang-barang dirumah. Untungnya saja dokumen-dokumen seperti ijazah, Kartu keluarga, dan yang lainnya ada diatas lemari, jadi gak ikut basa," jelasnya.

Korban terdampak banjir di Samarinda, Rosdiah. [Suara.com/Apriskian Tauda Parulian]
Korban terdampak banjir di Samarinda, Rosdiah. [Suara.com/Apriskian Tauda Parulian]

Bagi wanita yang kerap disapa Diah ini, pengalaman banjir kali ini akan selalu dia kenang. Pasalnya, selama 18 tahun tinggal di daerah tersebut, dirinya baru pertama kali mengalami musibah banjir.

Bahkan, dirinya menilai adanya bekas galian tambang di daerah itu merupakan penyebab banjir tersebut.

"Dulu memang pernah banjir, cuma banjirnya itu hanya di jalan saja gak sampai masuk kerumah. Dan yang ini paling parah karena banjir itu sudah masuk kerumah," bebernya.

Baca Juga: Mario Gomez: Karena Ini Sepak Bola, Kami Kalah, Tapi Kami Harus Bangkit

"Untung saja mas, disini gak terkena dampak longsor kayak yang di gang sebelah," sambungnya.

Kendati begitu, dia berharap agar Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bisa memberikan bantuan kepada warga yang terdampak banjir, seperti dirinya.

"Mudahan ada bantuan-bantuan dari Pemerintah. Apapun bantuannya kami terima. Karena banyak barang-barang korban banjir ini yabg sudah tidak bisa digunakan lagi," pungkasnya.

Kontributor: Apriskian Tauda Parulian

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait