alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dua RT di Desa Api-api PPU Terendam Banjir, Begini Kondisinya

Denada S Putri Kamis, 16 September 2021 | 19:54 WIB

Dua RT di Desa Api-api PPU Terendam Banjir, Begini Kondisinya
BPBD PPU beserta tim gabungan mengevakuasi warga terdampak banjir di Desa Api-Api. [kaltimtoday.co]

Banjir seperti ini terus berulang sejak beberapa tahun belakangan. Setiap curah hujan tinggi, warga yang tinggal dekat dengan aliran sungai Api-api harus lebih waspada.

SuaraKaltim.id - Hujan dengan intensitas tinggi sejak pukul 02.00 Wita hingga siang hari menjadi penyebab banjirnya Desa Api-api, Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) pada Rabu, (15/9/2021).

Bersamaan dengan pasangnya air laut yang cukup tinggi, sehingga mengakibatkan air sungai di Desa Api-api meluap. Tak hanya itu, beberapa rumah yang berada di daerah rendah juga dilaporkan terendam banjir.

“Itu mengakibatkan air sungai Api-Api meluap dan berdampak pada naiknya tinggi muka air pada beberapa rumah warga yang berada di wilayah rendah,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD PPU, Nurlaila, menyadur dari kaltimtoday.co--Jaringan Suara.com, Kamis (16/9/2021).

BPBD setempat yang mendapatkan laporan pada pukul 11.11 Wita langsung bergerak. Tim gabungan melakukan pendataan korban terdampak banjir serta melakukan evakuasi warga, bantuan logistik juga diberikan.

Baca Juga: Sungai Kelakar Meluap, 12 Kelurahan di Prabumulih Terendam Banjir

Banjir melanda dua lokasi, yaitu di RT 02 dan 04 dengan korban terdampak sejumlah 10 KK. Berdasarkan laporan, tinggi muka air di dalam rumah 30-40 cm. Tinggi permukaan air mulai surut pada sore hari. Namun demikian, tim gabungan masih tetap bersiaga di lapangan.

Hujan dengan intensitas tinggi terjadi beberapa hari terakhir di wilayah PPU. Hal itu sudah diperkirakan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Balikpapan.

Adapun tim uang terjun di Lapangan diantaranya BPBD PPU, Ketua Harian Pramuka PPU sekaligus anggota DPRD PPU Sudirman, Camat Waru, Danramil Waru, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Aparat Desa Api-api serta warga.

Untuk diketahui, banjir seperti ini terus berulang sejak beberapa tahun belakangan. Setiap curah hujan tinggi, warga yang tinggal dekat dengan aliran sungai Api-api harus lebih waspada.

Baca Juga: Prabumulih Dikepung Banjir, Warganet: Pak Ridho, Tolong Kami!

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait