alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kabar Gembira, PKL di Tepian Mahakam Samarinda Bisa Kembali Berjualan, Tapi Ada Syaratnya

Denada S Putri Jum'at, 15 Oktober 2021 | 17:00 WIB

Kabar Gembira, PKL di Tepian Mahakam Samarinda Bisa Kembali Berjualan, Tapi Ada Syaratnya
Polresta Samarinda memberi imbauan kepada pedagang PKL di kawasan Tepian Mahakam. [Polresta Samarinda]

Tempo hari, Ikatan Pedagang Tepian Mahakam (IPTM) sudah bertemu dengan Wakil Wali KotaSamarinda, Rusmadi.

SuaraKaltim.id - Rencana dibukanya kembali ruang berjualan para pedagang kaki lima (PKL) di segmen depan Kantor Gubernur Kaltim dan kantor PLN Samarinda kembali datang. Tempo hari, Ikatan Pedagang Tepian Mahakam (IPTM) sudah bertemu dengan Wakil Wali Kota Samarinda, Rusmadi

Ia menyampaikan, hal itu mesti menunggu adanya petunjuk dan arahan lanjutan hingga Samarinda sudah turun ke PPKM level 1. Nantinya, sesuai kesepakatan hanya ada 27 lapak pedagang. Hal tersebut sudah dikoordinasikan bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Dikonfirmasi awak media, Jumat (15/10/2021), ia menyebutkan bahwa hal tersebut sudah menjadi komitmen Pemkot Samarinda.

“Tepian Mahakam itu ruang terbuka hijau (RTH), perhatian kami ini oke untuk ruang ekonomi. Tapi fungsi memberikan ruang bagi warga kota, tamu untuk menikmati alam sekitar itu tetap juga,” jelasnya saat ditemui di SDN 008 Samarinda, Jalan Awang Long, dikutip dari kaltimtoday.co--jaringan Suara.com di hari yang sama.

Baca Juga: Pengusaha Asal Kaltim Terbang ke Jakarta untuk Bantu Kakek Suhud, Dijadikan Bapak Angkat

Pemkot juga bekerja sama dengan Bankaltimtara untuk menyiapkan rombong bagi PKL yang lebih bagus dan dibuat berseragam semua. 

“Tetap diperbolehkan. Sebab kami sudah komitmen kan. Namun hanya menunggu untuk PPKM level 1. Pak Wali Kota memberikan arahan kepada kami. Saya sudah lapor terkait dengan PKL. Nanti kami tunggu sampai level 1,” lanjutnya. 

Nantinya, pembukaan PKL juga akan berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Samarinda. Rusmadi meminta agar tak ada yang perlu dikhawatirkan. Kesehatan dan ekonomi sama-sama tak bisa dipisahkan. Keduanya sangat krusial. Kini semua tinggal menunggu waktu sampai Samarinda resmi PPKM level 1. 

“RTH jangan sampai kehilangan fungsinya. Oke untuk ekonomi rakyat, tapi fungsi RTH juga jangan hilang. Terkait parkir juga sudah kami atur. Itu kan daerah zero tolerance. Nanti parkir dialihkan ke Jalan Merbabu dan di kawasan Kampung Jawa untuk dimanfaatkan sebagai lahan parkir,” tandasnya mengakhiri. 

Baca Juga: Jokowi Gulirkan Program BTPKLW, Ribuan PKL dan Warung di Bantul Dapat Jatah

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait