Bahkan ia mengklaim, pihaknya sudah memberikan penjelasan signifikan terkait persoalan warna Jembatan Mahakam Kukar yang berubah warna tersebut.
“Ini hanya kebetulan saja karena Bupati kita partai PDIP (warna merah), dan kebetulan dulu kuning (Golkar), itu kan kebetulan semuanya. Kebetulan politik warna-warni juga (warna-warna partai beragam),” jelasnya.
Berkaitan dengan pemberhentian pengecatan sementara, ia berucap akan melaporkan hasil aspirasi Perkumpulan Adat RKB kepada Bupati Edi Damansyah terlebih dahulu.
“Karena kewenangan Bupati dengan PU juga,” pungkasnya.
Baca Juga:Tak Sampai 50, Populasi Pesut Mahakam di Kaltim Sisa 41 Ekor
Kontributor: Apriskian Tauda Parulian