Siswa-siswi Dua Sekolah di Kubar Lewati Jalanan Tanah Berlumpur Saat Hujan, Bukti "Kekayaan" Provinsi Kaltim Kah?

"Memang kata anak-anak, biasanya tak sedalam ini. Biasanya masih bisa mereka lewat..."

Denada S Putri
Rabu, 26 Januari 2022 | 18:50 WIB
Siswa-siswi Dua Sekolah di Kubar Lewati Jalanan Tanah Berlumpur Saat Hujan, Bukti "Kekayaan" Provinsi Kaltim Kah?
Jalan tanah di Kubar, buat siswa-siswi dari 2 sekolah susah lewat. [Suara.com/Denada S Putri]

SuaraKaltim.id - Beberapa waktu lalu, sempat viral di media sosial (Medsos) Instagram soal situasi dan kondisi siswa-siswi di Kutai Barat (Kubar) yang kesulitan harus pulang-pergi sekolah lantaran akses jalan yang sangat buruk.

Para siswa-siswi tersebut berasal dari dua sekolah. Yakni SMK N 1 Mook Manaar Bulatn dan SMP Negeri 1 Muara Jawaq. Kondisi jalanan berlumpur saat hujan dan berdebu parah ketika tak hujan memang selalu jadi keluhan.

Hal itu disampaikan langsung oleh Zulfikar, salah satu tenaga pengajar di wilayah tersebut. Dihubungi melalui panggilan seluler, ia mengatakan bahwa situasi itu memang kerap terjadi di tempatnya mengajar.

"Jarak sekolah ke kampung kurang lebih 5 kilometer, nah mereka memang pada saat itu susah lewat, mereka parkir dari jalanan yang masih bisa dilewati. Kemudian, paginya, karena ada mobil perusahaan yang lewat, mereka nebeng (mobil perusahaan) untuk ke sekolah," jelasnya, Rabu (26/1/2022).

Baca Juga:Miris, Siswa-siswi di Kubar Pulang-Pergi Sekolah Naik Alat Berat, Jalan Berlumpur dan Tak Layak Harus Dilewati

Keterlambatan saat masuk sekolah menjadi makanan sehari-hari para siswa-siswi jika hujan. Para pengajar mau tidak mau harus memaklumi hal tersebut.

Situasi tersebut membuat mereka terbiasa melewati akses jalanan yang tak layak itu. Namun, kondisi jalan yang justru makin parah membuat mereka akhirnya berkeluh kesah.

"Hari itu emang parah banget. Siangnya mereka mau balik, selesai sekolah, minta tolong ke kami untuk diantar. Awalnya kami tidak tahu karena kami pikir sudah biasa. Apalagi di Muara Jawa ke Manaar Bulatn memang banyak spot-spot jalan rusakm banyak yang tanah. Eh pas kami lihat, berempat guru anter termasuk saya, kami kaget, ternyata jalanannya rusak parah," bebernya.

Ia menerangkan, beberapa siswa-siswi terkadang harus jalan kaki dengan jarak yang jauh untuk bisa berangkat ke sekolahnya masing-masing. Mereka berkumpul bersama lalu berangkat dan pulang bersama.

Ia mengaku jarak kedua sekolah itu memang tak jauh. Makanya, para siswa-siswi tersebut sering melakukan aktivitas berangkat dan pulang bersama.

Baca Juga:Merespons Permintaan Warga, Kemendagri Turun Tangan Mediasi Pembangunan Jalan Rusak di Kudus

Jalan tanah di Kubar, buat siswa-siswi dari 2 sekolah susah lewat. [Suara.com/Denada S Putri]
Jalan tanah di Kubar, buat siswa-siswi dari 2 sekolah susah lewat. [Suara.com/Denada S Putri]

"Diantar barengan sama teman-teman lainnya, mereka terkumpul dari satu kampung yang sama. Dua sekolah itu memang kesusahan untuk pulang-pergi, karena memang SMP dan SMK itu jaraknya enggak jauh. Sekitar sekilo dari SMP ke SMK situ," lanjutnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini