Duh! Ada Pengupasan Lahan di Perumahan Grand City Balikpapan oleh Investor, 2 RT Mengadu Merasa Terganggu

Akibat pengupasan lahan tersebut lumpur yang ditimbulkan, dari pengupasan lahan masuk ke saluran drainase."

Denada S Putri
Rabu, 06 April 2022 | 07:00 WIB
Duh! Ada Pengupasan Lahan di Perumahan Grand City Balikpapan oleh Investor, 2 RT Mengadu Merasa Terganggu
Pengupasan lahan di Grand City Balikpapan sebabkan warga di 2 RT mengeluh. [Inibalikpapan.com]

SuaraKaltim.id - Masih adanya dugaan pengupasan lahan yang terjadi di Kota Balikpapan mendapat perhatian dari DPRD Kota Minyak. Terutama yang terjadi di sekitar perumahan Grand City, Batu Ampar, Balikpapan Utara. 

Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Syarifuddin Oddang mengatakan, akibat adanya pengupasan lahan tersebut beberapa warga melaporkan ketidaknyamanannya. Khususnya di RT 42 dan RT 65 Graha Indah di seputar kawasan Grand City merasa terganggu dengan adanya pengupasan lahan tersebut.

“Akibat pengupasan lahan tersebut lumpur yang ditimbulkan, dari pengupasan lahan masuk ke saluran drainase dan membuat sedimentasi. Sehingga pada saat hujan deras yang terjadi beberapa waktu lalu mengakibatkan banjir,” ujarnya, melansir dari Inibalikpapan.com--Jaringan Suara.com, Rabu (6/4/2022)

Meski pengupasan lahan yang terjadi di Grand City itu merupakan dilakukan oleh investor yang memiliki lahan. Akan tetapi, anggota dewan menilai, seharusnya mereka juga memperhatikan dampak-dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan masyarakat sekitarnya.

Baca Juga:Investor Jepang Akuisisi Sribu, Startup Indonesia Penyedia Jasa Konten dan Pemasaran

“Jadi bukan kami menghalangi adanya pembangunan oleh investor. Tapi jangan sampai adanya pembangunan ini, adanya kegiatan (ini), berdampak tidak baik dan merugikan masyarakat. Karena sama saja nanti seharusnya anggaran APBD tidak lari ke situ nanti malah lari ke situ,” tambahnya.

Ia menyebut, saluran air dari Sepinggan Pratama dan masuk Grand City dianggap sudah tidak layak. Bahkan masyarakat juga sudah pernah melakukan gotong royong mengangkat sedimen tersebut.

Ia menuturkan, masyarakat memang mengakui, warga saat ini sudah tidak kuat menampung sedimentasi karena adanya pengupasan lahan tersebut.

“Bahkan saluran bendali sebanyak 3 buah itu diakuinya saat ini penyalurannya di salurkan ke bawah.  Akan tetapi parit yang di bawah tidak terlalu besar karena memang tidak masuk dalam planning DPU dan DLH adanya dampak lingkungan bahwa nanti akan ada pembangunan yang besar di Perumahan tersebut,” sebutnya.

Menurutnya, perlu kerja sama yang baik antar sektor terkait dalam menuntaskan persoalan ini. Sehingga, mencegah terjadinya pertambahan titik -titik banjir di Balikpapan.

Baca Juga:Investor Legendaris Ini Akui 'Lelah' Short Selling, Kini Putuskan Jadi Investor Jangka Panjang

“Apalagi menjelang rencana pemindahan IKN di Kaltim. Balikpapan belum ada IKN saja sudah terjadi titik -titik banjir. Apalagi nanti jika terjadi pertambahan penduduk,” tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini