Panen Porang di Tahun Ini 120 Hektar, Petani Kaltim Bingung Berapa Banyak yang Harus Dituai, Kok Gitu?

Apakah semua mau di panen atau tidak, mungkin habis lebaran baru kita ada pertemuan dengan P3 Pusat."

Denada S Putri
Senin, 11 April 2022 | 08:00 WIB
Panen Porang di Tahun Ini 120 Hektar, Petani Kaltim Bingung Berapa Banyak yang Harus Dituai, Kok Gitu?
Wakil Ketua Perkupulan Petani Porang Kaltim (P3KT) Temang Hadi Dwiputro. [Inibalikpapan.com]

SuaraKaltim.id - Potensi panen komoditas porang di Kaltim tahun ini mencapai 120 hektar. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Perkumpulan Petani Porang Kaltim (P3KT) Temang Hadi Dwiputro.

Namun, ia mengatakan, dari jumlah itu masih akan dibahas apakah seluruhnya bakal di panen atau tidak. Ia menjelaskan, masih akan ada diskusi dengan Perkumpulan Petani Porang Pusat sehabis lebaran nanti.

“Apakah semua mau di panen atau tidak, mungkin habis lebaran baru kita ada pertemuan dengan P3 Pusat. Jadi kita tahu apakah mau rencana panen semua atau hanya sebagain, atau dikembalikan jadi bibit,” katanya, melansir dari Inibalikpapan.com--Jaringan Suara.com, Senin (11/4/2022). 

Ia mengatakan, selama ini belum banyak petani yang melirik komoditas porang. Sehingga juga masih terbatas, karena selain kesulitan memasarkan, juga belum adanya pabrik pengolahan.

Baca Juga:Daerah Ini Bakal Jadi Sentra Porang, Tersedia 500 Hektare Lahan

“Minat masih rendah, karena minta petani rendah, karena belum ada pabrik, kendalanya itu. Petani juga gak mau jual ke pengepul, maunya langsung ke pabrik, tapi kan gak bisa,” ujarnya. 

Pada 2018-2019, sempat ada investor asal Vietnam yang berencana mendirikan pabrik di Kaltim. Hanya saja kemudian batal, karena belum banyak petani yang menanam porang.

“Tahun 2018-2019 saya bawa investor dari Vietnam untuk bangun pabrik disini tapi karena jumlah bahan baku (porang) yang belum ada (memadai) makanya dicancel. Karena 2018-2019 itu belum banyak orang tanam porang,” ungkapnya. 

Menurutnya, rata-rata petani porang di Kaltim juga menanam porang dengan luas lahan yang masih dua hektar. Ia mengakui skala tanam tersebut masih kecil dan sangat jarang.

“Mereka nanam skala kecil. Diatas dua hektar masih gak banyak,” tuturnya. 

Baca Juga:Empat Bunga Bangkai Tumbuh di Pekarangan Warga Siak, Ternyata Jenis Suweg

“Harga porang juga jatuh dalam dua tahun terakhir, setelah China menolak impor dari Indonesia. Dulu barang kita mudah sekali masuk china, abis itu sempat di blok dari China. Karena da masalah,” tandasnya. 

Harga porang sempat menyentuh belasan ribu per kilogram. Kini dalam bentuk umbi berkisar Rp 6.500 hingga Rp 7 ribu per kilogram. Meski begitu kata dia, sebenarnya petani juga masih tetap untung.

“Sebenarnya harga porang itu gak perlu muluk-muluk harga 5-6 ribu itu sudah alhamdulilah. Sebenarnya Rp 3 ribu sudah balik modal. Maunya kayak dulu sampai belasan ribu,” imbuhnya

Ia menambahkan, dengan lahan seluas 100 hektar, bisa menghasilkan sebanyak 8 ribu ton, atau  1 hektar menghasilkan 80 ton. Namun sayang kadang ada petani yang mempercepat musim panen.

“Belum musimnya panen dia sudah panen duluan, panennya itu sekitar bulan 7-8 Kenapa dia panen cepat,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini