facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ditinggal Cuti ke Luar Kota, Rumah Pribadi Wali Kota Bontang Basri Rase Terendam Banjir

Denada S Putri Rabu, 11 Mei 2022 | 09:00 WIB

Ditinggal Cuti ke Luar Kota, Rumah Pribadi Wali Kota Bontang Basri Rase Terendam Banjir
Rumah pribadi Wali Kota Bontang Basri Rase di RT 27 Kelurahan Tanjung Laut Indah terendam banjir. [KlikKaltim.com]

"Iya ini saya bawa baju seadanya saja untuk tidur di tempat keluarga yang berada di Jalan DI Pandjaitan karena rumah saya terendam," kata warga.

SuaraKaltim.id - Sejumlah titik di Kota Bontang masih terpantau tergenang banjir tinggi. Ketinggian air bahkan sampai di atas lutut orang dewasa sampai malam tadi. Dari pengamatan KlikKaltim.com--Jaringan Suara.com, sekira pukul 23.30 Wita pada Selasa (10/5/2022) kemarin, Jalan Ahmad Yani, Jalan Pattimura, Jalan Perumahan BTN KCY Kelurahan Api-api masih ditutup untuk pengendara. 

Selain itu, akses Jalan Imam Bonjol mulai dari simpang Jalan Brokoli Kelurahan Gunung Elai  juga tidak bisa dilintasi kendaraan. Bahkan, ruas Jalan alternatif Ir Juanda menuju Pasar Tamrin air sudah mulai naik dan pengendara diminta mengurangi kecepatan. 

Terlihat banyak masyarakat yang mulai meninggalkan tempat tinggalnya dan mencari tempat istirahat sementara atau mengungsi ke rumah kerabat. 

"Iya ini saya bawa baju seadanya saja untuk tidur di tempat keluarga yang berada di Jalan DI Pandjaitan karena rumah saya terendam," kata warga saat ditemui depan Jalan Ahmad Yani, pada malam hari tersebut, dikutip Rabu (11/5/2022). 

Baca Juga: Imbas Banjir, Lalu Lintas Jalan KS Tubun di Bontang Padat Merayap

Tak hanya itu, rumah pribadi Wali Kota Bontang Basri Rase yang berada di RT 27 Kelurahan Tanjung Laut indah tidak terlepas dari musibah banjir. Ketua RT 37 Ruslan, saat ditemui di depan arah masuk wilayahnya mengakui kalau rumah Basri Rase juga ikut terendam banjir sejak pukul 15.20 Wita siang tadi. 

Hingga pukul 23.30 Wita Malam, ketinggian air kini mencapai selutut orang dewasa. Wilayah tersebut juga berbatasan dengan RT 35 Kelurahan Tanjung Laut.

“Yah itu rumah pak wali yang masuk RT 27, sedangkan di depannya masuk RT 35. Tapi beda kelurahan,” terang Ruslan.

Peristiwa ini merupakan banjir terbesar kedua pasca kejadian 2019 lalu. Dikatakan Ruslan, debit air diperkirakan masih akan terus naik. Hal itu dibuktikan beberapa rumah warga dari sebelumnya tidak terendam, kini air masuk ke dalam rumah.

Disinyalir air sungai yang meluap dan merendam rumah warga ini diakibatkan jembatan penghubung yang membentang di atas sungai. Soal bantuan makanan Ruslan mengaku mendapat bantuan dari relawan. 

Baca Juga: Duka Petrus Bertambah, Jenazah Istri Disemayamkan di Rumah karena Kepungan Banjir di Bontang

“Itu nah jembatan, air terhalang kan ke laut. Banyak tadi nasi bungkus, karena warga di sini sudah tidak bisa masak,” terangnya. 

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait