facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Gregetan, Tim Khusus Bakal Dibuat Dewan Kaltim untuk Evaluasi dan Investigasi Dana CSR Bayan Resources

Denada S Putri Rabu, 18 Mei 2022 | 11:12 WIB

Gregetan, Tim Khusus Bakal Dibuat Dewan Kaltim untuk Evaluasi dan Investigasi Dana CSR Bayan Resources
Wakil Ketua DPRD Kaltim, Muhammad Samsun. [Presisi.co]

"Mereka sudah mengklarifikasi bahwa dana yang disalurkan ke universitas di Jawa itu bukan dana CSR, melainkan bantuan pribadi dari ownernya," ungkapnya.

SuaraKaltim.id - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimantan Timur (DPRD Kaltim) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama dengan manajemen PT Bayan Resources di lantai III Gedung D Kantor DPRD Kaltim, Selasa (17/5/2022) kemarin.

Wakil Ketua DPRD Kaltim, Muhammad Samsun memimpin jalannya RDP yang berlangsung alot tersebut. Ia menjelaskan, RDP itu membahas penyaluran dana CSR yang ramai dan menjadi polemik belakangan ini.

Yaitu dana CSR PT Bayan Resources yang disalurkan ke sejumlah universitas di luar wilayah Kaltim. Terkait hal tersebut, Humas PT Bayan Resources, Syahbuddin, menjelaskan bahwa dana itu sebenarnya bukan merupakan dana CSR. Melainkan bantuan pribadi dari owner atau pemilik perusahaan.

"Mereka sudah mengklarifikasi bahwa dana yang disalurkan ke universitas di Jawa itu bukan dana CSR, melainkan bantuan pribadi dari ownernya," ungkapnya, melansir dari Presisi.co--Jaringan Suara.com, Rabu (18/5/2022).

Baca Juga: Bayan Resources Klarifikasi Soal Dana CSR, Sebut Bakal Ada Komunikasi ke Perguruan Tinggi di Jawa

Hingga saat ini PT Bayan Resources sendiri mengklaim telah menyalurkan dana CSR ke Kaltim sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Meski begitu hal tersebut belum dipastikan kebenarannya.

Karenanya, DPRD Kaltim dalam waktu dekat akan membentuk tim khusus untuk mengevaluasi serta melakukan investigasi langsung terkait realisasi dana CSR dari PT Bayan Resources itu.

Samsun juga menjelaskan bahwa evaluasi tersebut tidak hanya ditujukan pada satu perusahaan itu saja, namun seluruh perusahaan di Kaltim yang memiliki Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu bara (PKP2B).

"Mereka juga klaim bahwa dana CSR sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku, tapi ini akan dievaluasi oleh DPRD. Bukan hanya PT Bayan Resources saja, tapi semua PKP2B di Kaltim," tandasnya.

Baca Juga: Keruk Batu Bara di Kaltim, Dana CSR Larinya ke Perguruan Tinggi di Pulau Jawa, Begini Tanggapan PT Bayan Resources

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait