facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bayan Resources Klarifikasi Soal Dana CSR, Sebut Bakal Ada Komunikasi ke Perguruan Tinggi di Jawa

Denada S Putri Minggu, 15 Mei 2022 | 14:30 WIB

Bayan Resources Klarifikasi Soal Dana CSR, Sebut Bakal Ada Komunikasi ke Perguruan Tinggi di Jawa
Terminal batu bara di Balikpapan milik PT Bayan Resources Tbk. [Istimewa]

"...dana pribadi Dato Low Tuck Kwong yang diberikan kepada Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Gadjah Mada...."

SuaraKaltim.id - Ramainya pemberitaan tentang penyaluran dana corporate social responsibility (CSR) perusahaan tambang batu bara PT Bayan Resources Tbk bernilai ratusan miliar rupiah ke perguruan tinggi di Jawa membuat pihak manajemen angkat suara.

Manajemen perusahaan tambang batu bara PT Bayan Resources Tbk tidak menampik adanya dana ratusan miliar yang mengalir ke perguruan tinggi di Jawa. Namun begitu, pihaknya mengklarifikasi bahwa pemberian dana kepada sejumlah perguruan tinggi ternama di Indonesia senilai ratusan miliar rupiah bukan bersumber dari dana CSR.

Humas PT Bayan Resources, Syahbuddin menerangkan, sumber dana yang disalurkan merupakan dana pribadi pemegang saham sekaligus presiden direktur Bayan Resources, Dato Low Tuck Kwong.

“Mekanisme penyaluran CSR harus sesuai dokumen rencana kerja. Berbeda dengan dana pribadi Dato Low Tuck Kwong yang diberikan kepada Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Gadjah Mada. Bantuan tersebut berbentuk dana abadi,” jelasnya, melansir dari KlikKaltim.com--Jaringan Suara.com, Minggu (15/5/2022).

Baca Juga: Keruk Batu Bara di Kaltim, Dana CSR Larinya ke Perguruan Tinggi di Pulau Jawa, Begini Tanggapan Legislator Samarinda

Klarifikasi tersebut disampaikan karena sebelumnya Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim Hadi Mulyadi mengungkapkan kekecewaannya, dengan adanya penyaluran dana CSR perusahaan batu bara di Kaltim bernilai ratusan miliar untuk sejumlah Universitas di luar Kaltim. Sedangkan faktanya, justru perguruan tinggi di Kaltim tidak mendapatkan bantuan tersebut.

Wagub Hadi Mulyadi bahkan mengungkapkan keluhannya kepada anggota DPRD Kaltim saat rapat paripurna. Ia juga menyebutkan dengan rinci bantuan yang diberikan. Yakni, Rp 100 miliar kepada Institut Teknologi Bandung (ITB), Rp 50 miliar kepada Universitas Indonesia (UI) dan Rp 50 miliar kepada Universitas Gajah Mada (UGM).

Syahbuddin melanjutkan, keriuhan yang muncul terkait masalah donasi tersebut akan segera dikomunikasikan kepada Dato Low Tuck Kwong.

Tidak hanya itu pihaknya juga akan berkomunikasi dengan Universitas Mulawarman dan perguruan tinggi yang lain di Kaltim.

"Insya Allah, setelah ini ada komunikasi dengan perguruan tinggi," tandasnya.

Baca Juga: Keruk Batu Bara di Kaltim, Dana CSR Ratusan Miliar Larinya ke Perguruan Tinggi di Pulau Jawa, Hadi Mulyadi: Saya Kecewa!

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait