facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Keren! Pemkab Mahulu Keker Pasar Ekspor Biji Kakao di Amerika Serikat

Denada S Putri Rabu, 29 Juni 2022 | 15:30 WIB

Keren! Pemkab Mahulu Keker Pasar Ekspor Biji Kakao di Amerika Serikat
Ilustrasi petani kakao di Mahulu. [ANTARA]

"Produksi kakao di Mahulu sudah bagus, mutunya juga sudah bagus dengan level A dan A Plus."

SuaraKaltim.id - Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Pemkab Mahulu), melirik pasar ekspor biji kakao Amerika Serikat. Mereka mengklaim, saat ini mutu kakao di kawasannya.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Mahulu Saripudin. Ia mengatakan, pihaknya tinggal menunggu sertifikasi sebagai salah satu syarat untuk ekspor.

"Produksi kakao di Mahulu sudah bagus, mutunya juga sudah bagus dengan level A dan A Plus, sehingga sudah layak untuk diekspor, jadi sekarang tinggal menunggu sertifikasinya," ujarnya, melansir dari ANTARA, Rabu (29/6/2022).

Untuk pengembangan produksi kakao, katanya, petani kakao sejak beberapa tahun lalu telah mendapat pendampingan dari WWF. Kemudian tahun ini, WWF telah menggandeng PT Mars untuk melakukan sertifikasi kakao, melalui Rikolto di Indonesia.

Baca Juga: aespa Sukses Gelar Showcase Pertama Bertajuk SYNK in LA, Dibanjiri 10.000 penonton!

JIa melanjutkan, jika kakao di Mahulu ini lolos sertifikasi, maka ekspor ke Amerika melalui perwakilan perusahaan Amerika yang ada di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel) bakal segera dilakukan.

Ia juga mengatakan, luas tanaman kakao di Mahulu saat ini sebanyak 2.300 hektare (ha). Di mana itu tersebar pada 5 kecamatan. Yakni, Kecamatan Long Apari, Long Pahangai, Long Bagun, Laham, dan Kecamatan Long Hubung.

Sementara itu untuk produksinya antara 250 ton hingga 300 ton biji kakao kering per tahun, yakni rata-rata dua kali panen dalam setahun.

Saat ini, lanjutnya, produksi biji kakao di Mahulu masih dijual ke Samarinda dengan harga fluktuatif. Yakni di kisaran Rp 22 ribu hingga Rp 26 ribu per kilogram (kg).

"Harga Rp 22 ribu hingga Rp 26 ribu per kg ini merupakan harga yang diterima petani di tempat. Ada pengumpul di masing-masing kecamatan yang langsung membeli kakao dari petani seharga itu," ucapnya.

Baca Juga: "Face The Sun" SEVENTEEN Berhasil Charting Selama 3 Minggu di Billboard 200

Melalui pembinaan yang dilakukan selama ini, ia berharap perkebunan kakao di Mahulu terus meningkat. Apalagi jika ke depan kakao tersebut bisa menembus pasar ekspor, yang tentunya juga diperlukan tambahan suplai.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait