Sepanjang Januari-Juni Ada 260 Kasus DBD di Bontang, 3 di Antaranya Meninggal Dunia

"Upaya pencegahan harus pro aktif dilakukan masyarakat..."

Denada S Putri
Jum'at, 15 Juli 2022 | 19:18 WIB
Sepanjang Januari-Juni Ada 260 Kasus DBD di Bontang, 3 di Antaranya Meninggal Dunia
Pasien demam berdarah dirawat di rumah sakit. (Shutterstock)

SuaraKaltim.id - Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Bontang mencatat sepanjang Januari-Juni kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sebanyak 260 kasus. 

Sebanyak 3 di antaranya meninggal dunia masing-masing di Kelurahan Gunung Elai, Gunung Telihan, dan Kelurahan Tanjung Laut Indah. 

Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2P) Diskes Bontang Asniwati mengatakan, Bontang merupakan kota dengan endemik demam berdarah. 

Dari data penyebaran kasus ini terjadi di seluruh kelurahan se-Kota Bontang. Kasus tertinggi hingga per Juni kemarin terjadi di Kelurahan Berebas Tengah dengan 39 kasus. 

Baca Juga:Pasien DBD Terus Bertambah, Keterisian Bed di RSD Mangusada Mulai Penuh

Kemudian disusul wilayah Kelurahan Tanjung Laut dengan 34 kasus. Kelurahan Tanjung Laut Indah 29 orang. Selanjutnya, Kelurahan Api-api 27 kasus DBD, Lok Tuan dan Telihan 24 kasus.

"Upaya pencegahan harus pro aktif dilakukan masyarakat seperti gerakan 3 M (menutup, menguras dan mendaur ulang)," ujarnya, melansir dari KlikKaltim.com--Jaringan Suara.com, Jumat (15/7/2022). 

Di wilayah lain, Belimbing dan Gunung Elai masing-masing 17 itu kasus. Bontang Baru 16, Satimpo 13, Berbas Pantai 9 kasus.

"Bontang Kuala dan Kanaan itu ada empat serta Guntung ada dua, terakhir Bontang Lestari satu kasus," terangnya.

Ia juga mengimbau agar masyarakat aktif mendeteksi dan mengobati sejak dini saat demam dengan gejala DBD.

Baca Juga:Warga Desa Kabayan Pandeglang Banyak Terjangkit DBD, Puskesmas Setempat Lakukan Ini

Apabila mengalami gejala penyakit demam berdarah seperti demam tinggi, mual, dan muncul ruam atau bintik merah dalam tubuh, segera periksakan diri ke dokter atau tenaga kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat.

"Masyarakat juga harus rutin menerapkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan melakukan pemantauan jentik. Jadi untuk pencegahan bukan hanya dengan fogging," tandasnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini