Kronologi Lengkap Kecelakaan Kakanwil Kemenag Kaltim: Mobil Masuk ke Parit Sedalam 2 Meter

Dari olah TKP, Kompol Nandi menjelaskan, pengemudi Mahfuzhiansyah, yang merupakan anak Masrawan.

Denada S Putri
Senin, 18 Juli 2022 | 12:44 WIB
Kronologi Lengkap Kecelakaan Kakanwil Kemenag Kaltim: Mobil Masuk ke Parit Sedalam 2 Meter
Mobil Kakanwil Kemenag Kaltim Masrawan yang terbalik. [Istimewa]

SuaraKaltim.id - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Timur (Kakanwil Kemenag Kaltim) Masrawan beserta keluarga menjadi korban tewas pada kecelakaan maut yang terjadi di ruas Jalan Trans Kalimantan, Desa Saka Kajang, Jabiren Raya, Pulang Pisau, Kalimantan Tengah (Kalteng) Minggu (17/7/2022) sekitar pukul 06.00 WIB.

Mobil yang digunakan ialah Toyota Innova. Keenam penumpang mengalami kecelakaan tunggal yang merenggut nyawa mereka.

Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dilakukan Polsek Pulang Pisau. Disebutkan, mobil Toyota Innova itu bernomor polisi (Nopol) KH 1326 BE.

“Mobil Innova Nopol KH 1326 BE tersebut masuk ke parit sedalam 2 meter. Pada saat kejadian, kondisi air di dalam parit sedang pasang dengan ketinggian parit mencapai lebih dari 2 meter,” katanya, dikutip dari KanalKalimantan.com--Jaringan Suara.com, Senin (18/7/2022).

Baca Juga:Kecelakaan Maut di Jalan Lingkar Selatan Serang, Pelajar Tewas Ditabrak Mobil Fortuner

Ia merincikan, keenam korban itu ialah Drs H Masrawan, Hj Hilaliyah (Istri Masrawan), Mahfuzhiansyah (anak Masrawan), Hj Hamsah (ibu mertua Masrawan), Siti Hasanah (menantu), dan Muhammad Ibnu Attha`ilah Al Mahfuzni (cucu) berusia 1,5 tahun.

Dari olah TKP, Kompol Nandi menjelaskan, pengemudi Mahfuzhiansyah, yang merupakan anak Masrawan, melaju menuju arah Kapuas dengan posisi transmisi berada di kecepatan 5 speed. Mobil sempat oleng dan keluar dari badan jalan.

Pengemudi, diduga berusaha membanting setir ke kanan untuk bisa naik kembali ke badan jalan, namun mobil langsung menyeberang ke jalur sebelah dan terbalik ke dalam parit atau sungai.

“Dugaan sementara kecelakaan tunggal ini disebabkan human error atau kelalaian manusia. Bisa terjadi, pengemudi pada saat itu dalam keadaan lelah dan mengantuk,” jelasnya.

Polisi juga telah memeriksa kondisi fisik kendaraan dan ditemukan empat ban mobil masih dalam keadaan baik dan layak untuk digunakan.

Baca Juga:Masrawan, Kepala Kemenag Provinsi Kalimantan Timur Beserta 5 Keluarganya Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Tunggal

Selain itu, kondisi mobil dengan posisi terbalik dan kondisi air pasang membuat seluruh korban terjebak di dalam Toyota Innova yang penuh air.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini