SuaraKaltim.id - Kehadiran bandar udara VVIP di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dipastikan baru bisa dikerjakan pada tahun 2030 mendatang. Hal itu disampaikan Kepala Puslitbang Transportasi Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI, Capt. Novyanto Widadi.
Ia menjelaskan, keberadaan bandar udara VVIP IKN Nusantara nanti lebih difokuskan pada kunjungan tamu negara. Sedangkan untuk komersial akan diarahkan ke bandar udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan dan bandar udara APT Pranoto Samarinda.
"VVIP itu lokasinya di Penajam Paser Utara. Kebutuhannya luas sampai 2600 hektare. Karena di sana ada aspek pertahanan, dan alutsista," katanya, Senin (8/8/2022)
Ditambah, Novyanto saat ini pihaknya sudah melakukan analisa dari segala aspek terkait rencana pembangunan bandara VVIP.
Baca Juga:4 Hal Menyenangkan untuk Dilakukan Saat Mengalami Penundaan Penerbangan
Termasuk menghitung seberapa banyak beban penumpang yang mampu ditampung dua bandara komersil di dua kota penyangga IKN Nusantara. Yakni bandara APT Pranoto Samarinda dan bandara SAMS Sepinggan Balikpapan.
"Sudah kita hitung, kalau ibu kota negara pindah berapa kapasitas di bandara APT Pranoto dan Sepinggan. Kalau bandara VVIP masih 2030. Jadi dibuat jaringannya dulu baru bandaranya," tambah Novyanto.
Hanya saja pengerjaan bandara VVIP belum bisa dipastikan kelar pada 2024 mendatang. Mengingat saat ini baru pengerjaan proyek infrastruktur seperti bendungan Sepaku Semoi dibangun dengan nilai Rp 556 miliar, skema tahun jamak hingga 2023.
Sebelumnya pada Maret lalu Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, meninjau lokasi calon Bandara Baru Penunjang Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang terletak di Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur.
Menhub menjelaskan, telah melakukan penelitian atau studi penentuan lokasi calon bandara baru yang lokasinya sangat strategis, yaitu berada di antara kawasan IKN dengan Balikpapan.
Baca Juga:Bandara Madinah Dilanda Badai Pasir, Bagaimana Nasib Jemaah Haji Indonesia?
“Lokasi ini akan dihubungkan oleh jalan tol, baik dari Balikpapan maupun IKN,” kata Menhub.
Menurutnya, bandara baru ini nantinya memiliki panjang landas pacu (runway) sepanjang 3000 meter x 45 meter, dan bisa didarati pesawat berbadan besar seperti Boeing 777.
Kontributor: Arif Fadillah