"Jadi satu-satunya angkatan 45' ini yang masih ada ya saya. Saya sedih juga tidak ketemu dengan teman-teman yang lain. Mereka hilang sampai sekarang tidak ditemukan," kenang Koesman.
Selepas masa kemerdekaan, Koesman memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di SMA Taman Madya Jakarta. Dia kemudian bekerja sebagai tenaga sipil di Paldam Militer di 1955-1956.
Kemudian berlanjut kerja di Pendjara Balikpapan pada 1957-1961. Bahkan dia sempat bekerja di Pertamina 1963-1973. Kemudian dipindahkan ke Union Oil (unocal) 76, dari 1973-1980.
Koesman berpesan kepada para generasi muda agar mampu menjaga warisan kemerdekaan yang sudah diperjuangkan para pahlawan. Tidak membuat suatu perbuatan yang kurang baik atau melanggar undang-undang.
Baca Juga:Penyebab Lidah Tidak Ada Rasa, Apa Itu Ageusia?
Dirinya juga meminta agar generasi muda bisa mengingat dalam lubuk hatinya tentang perjuangan para pahlawan ketika berhadapan dengan para penjajah.
“Saya serahkan kepada penerus negeri ini, jangan sia-siakan para pejuang yang telah tiada. NKRI jaga seutuhnya, NKRI adalah harga mati," tegasnya.
Kontributor: Arif Fadillah