Direktur PT Timorano Putra Mandiri Bayar Gaji Cleaning Service RSUD Taman Husada Pakai Cek Kosong

Koordinator CS Hasbi mengatakan, pihak RSUD Taman Husada sudah membayarkan kewajiban mereka.

Denada S Putri
Minggu, 25 September 2022 | 09:00 WIB
Direktur PT Timorano Putra Mandiri Bayar Gaji Cleaning Service RSUD Taman Husada Pakai Cek Kosong
Pekerja Cleaning Service RSUD Taman Husada Kota Bontang melaporkan Direktur PT Timorano Putra Mandiri. [KlikKaltim.com]

SuaraKaltim.id - Pekerja Cleaning Service RSUD Taman Husada Kota Bontang melaporkan Direktur PT Timorano Putra Mandiri Febri Patompo atas dugaan penggelapan ke Polres Bontang, pada Sabtu (24/9/2022). 

Bekas perusahaan penyedia jasa kebersihan di RSUD Taman Husada Bontang ini diduga memberikan cek kosong untuk pembayaran gaji 47 petugas cleaning service. 

Koordinator CS Hasbi mengatakan, pihak RSUD Taman Husada sudah membayarkan kewajiban mereka ke PT Timorano untuk membayarkan kewajiban terhadap pekerja. 

Setelah itu informasi yang diterima Hasbi, pihak perusahaan sudah memberikan cek untuk pembayaran gaji. Tetapi, cek itu tidak dapat dicairkan karena tak ada saldo di dalam rekening . 

Baca Juga:Dapat Tunjangan Hampir Rp 100 Juta Per Bulan, Sudrajad Dimyati Masih Terima Suap!

"Atas kejadian itu kami laporkan ke polisi atas dugaan penggelapan atas kewajiban pembayaran gaji pada Agustus yang harusnya mereka terima pada (2/9) lalu," katanya, melansir dari KlikKaltim.com--Jaringan Suara.com, Minggu (25/9/2022). 

Dikonfirmasi terpisah, Wakil Direktur RSUD Taman Husada Aspianur menyatakan pihak manajemen sudah melakukan pembayaran terhadap PT Timorano.

Selanjutnya, itu menjadi tanggung jawab perusahaan untuk membayarkan gaji kepada pekerja CS. 

"Sudah dicairkan invoice mereka. Kalau soal gaji pekerja CS itu urusan pihak ketiganya," ucapnya. 

Diketahui PT Timorano Putra Mandiri per September 2022 tidak lagi menjadi rekanan RSUD Taman Husada sebagai penyedia jasa tenaga kebersihan. 

Baca Juga:Sudrajad Dimyati Jadi Tersangka Suap, Memangnya Berapa Gaji Hakim Agung?

Hal itu dikarenakan, banyak perjanjian yang diingkari oleh perusahaan tersebut. Proses pemutusan kontrak juga disesuaikan dengan aturan berlaku. Mulai dari pemberitahuan SP I, II, dan III. 

News

Terkini

Kabar itu juga diunggah kembali di akun gosip @lambeturah_oficial.

Lifestyle | 21:12 WIB

Kamilan mengatakan, proses penertiban bukan hal yang mudah.

News | 20:45 WIB

Peristiwa yang menimpa Mawar bukan hanya sekali.

News | 20:30 WIB

Tersangka diamankan di Kawasan Gunung Guntur.

News | 20:14 WIB

Soal rumah mewah yang dimiliki Ismail Bolong, dipaparkan admin di keterangan tulisnya.

News | 19:30 WIB

Jika dibandingkan dengan 2022, APBD Kaltim melonjak naik sekitar Rp 6 triliun.

News | 19:00 WIB

Penyaluran sudah menyentuh angka 2.336 penerima.

News | 18:30 WIB

Lantaran dianggap mengancam keselamatan dirinya dan pengendara lain, sejumlah orang lalu mendekati pria yang sedang salat di tengah jalan itu.

News | 17:30 WIB

Hal itu ditetapkan dalam Pengumuman Gubernur Provinsi Kalimantan Timur Nomor 561 / 11854 / 2187-IV / B.Kesra

News | 17:00 WIB

Andi Faiz menyayangkan keputusan pemerintah atas pengadaan mobil dinas baru itu.

News | 16:30 WIB

Tampak pelaku dengan menggunakan logat bahasa Sumatera sempat menggertak petugas.

News | 16:00 WIB

LBH Samarinda melaporkan praktek tambang ilegal. Tapi laporan sering tidak berprogres.

News | 15:43 WIB

Minimal kenaikan UMK dari 6-10 persen.

News | 14:45 WIB

Meski mencekam, warga terlihat menengadahkan kedua tangannya ke atas sembari menunggu kiriman bantuan.

News | 14:30 WIB

Untuk diketahui untuk seluruh kontingen kurang lebih hampir 10 ribu orang yang hadir.

News | 08:00 WIB
Tampilkan lebih banyak