Kenangan Jembatan Ulin di Berau, Sempat Diklaim Jadi Jembatan Terpanjang di Asia

Kayu ulin menjadi salah satu jenis kayu yang tumbuh secara alami di hutan tropikal basah

Muhammad Yunus
Selasa, 09 Januari 2024 | 12:03 WIB
Kenangan Jembatan Ulin di Berau, Sempat Diklaim Jadi Jembatan Terpanjang di Asia
Jembatan kayu ulin terkenal yang terletak di Kecamatan Muara Muntai, Kutai Kartanegara. Menghubungkan 4 desa [SuaraKaltim.id/Istimewa]

Kemudian setelah dibangun jembatan yang baru, praktis jembatan ulin lebih banyak berfungsi sebagai jembatan wisata.

Menurut Bupati Berau saat itu, Makmur HAPK, jembatan tersebut menyimpan kenangan bagi masyarakat Bidukbiduk.

Memang ada usulan agar jembatan tersebut diperbaiki. Namun bagi bupati jembatan ulin yang masih kokoh itu cukup dipelihara saja.

“Kan sudah ada jembatan besi yang juga lokasinya berdekatan,” kata Makmur pada Maret 2014 lalu.

Baca Juga:Ubur-ubur Langka Hilang, Pulau Kakaban Ditutup Sementara

Makmur saat itu menyebutkan di sekitar kawasan tersebut merupakan daerah wisata untuk melakukan perjalanan menuju Labuan Cermin.

Jadi, Makmur berpendapat kehadiran jembatan ulin bisa mendukung pengembangan pariwisata, khususnya di Labuan Cermin.

“Keberadaan jembatan ini, hendaknya mendukung pengembangan wisata tersebut,” tambahnya.

Sehingga, meskipun ada usulan untuk dilakukan perbaikan, Makmur berpendapat sebaiknya hanya dirawat saja. Serta, membatasi angkutan yang melintas di jembatan tersebut.

Ia menyarankan, kelompok masyarakat yang mengelola Labuan Cermin, hendaknya menjadikan jembatan ulin tersebut menjadi bagian dari pengembangan wisata.

Baca Juga:Potensi Wisata Berau Diharapkan Dongkrak UMKM

Kontributor : Maliana

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini