Oleh sebab itu, dia menilai Ekraf untuk sektor kuliner di Kaltim sudah cukup maju. Kendati demikian itu hanya untuk makanan ringan. Tetapi untuk makanan berat masih perlu penguatan baik layanan sajian maupun lainnya,
Dia mencontohkan seperti masyarakat yang berkunjung di Kaltim bisa menikmati kuliner kepiting atau masakan yang sudah tersedia di Samarinda, Balikpapan, dan Kutai Kartanegara (Kukar).
“Tapi kita ingin setiap daerah itu punya kuliner khas yang disajikan dengan standar yang baik, untuk konsumen menengah maupun ke atas,” ujarnya.
Dia berharap kuliner yang tersedia memiliki identitas lokal, sehingga setiap daerah di Kaltim memiliki makanan berat dengan ciri khas masing-masing.
Baca Juga:Promosi Gencar Membuahkan Hasil, Kunjungan Wisman ke Kaltim Melonjak 44,83%
Bila melihat kontribusi pertumbuhan ekonomi tersebut, katanya sudah sepatutnya dilakukan pengukuran secara berkala untuk pengembangan lebih lanjut serta untuk pengembangan sektor lainnya.
“Jadi kita harap setiap tahun atau minimal 2 tahun sekali. Jadi dari pengukuran itu, kita bisa melihat sektor mana yang perlu di intervensi lebih lanjut,” tuturnya.