Peringatan dari Isran-Hadi: Politik Uang Bisa Hancurkan Demokrasi di Kaltim

Pihaknya menekankan agar masyarakat Kaltim bisa memilih sesuai dengan hati nuraninya masing-masing.

Denada S Putri
Selasa, 27 Agustus 2024 | 14:15 WIB
Peringatan dari Isran-Hadi: Politik Uang Bisa Hancurkan Demokrasi di Kaltim
Pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Kaltim, Isran Noor dan Hadi Mulyadi. [Presisi.co]

"IKP mencakup dimensi sosial politik, penyelenggaraan pemilu, kontestasi, dan partisipasi. Data ini penting untuk merancang program pencegahan dan mengantisipasi masalah yang mungkin timbul,” jelas Galeh selaku Anggota Bawaslu Kaltim, Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Kendati begitu, Galeh juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Kaltim, agar tidak tergiur dengan praktik politik uang, yang mengancam keseimbangan demokrasi di Indonesia, khususnya Kaltim.

"Bagi siapapun yang menemukan praktik politik uang jelang Pilkada, jangan takut untuk melaporkan ke Bawaslu," tuturnya.

Baca Juga:ISBI Kaltim: Kampus Seni yang Dihidupkan Kembali untuk Melestarikan Kearifan Lokal

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini