"Dan harus ditangani dari remaja putri, ibu hamil, hingga penanganan ibu terhadap anak," tutupnya.
![Ilustrasi stunting. [Ist]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/04/02/80680-ilustrasi-stunting-ist.jpg)
Stunting: Ancaman Serius bagi Masa Depan Anak Indonesia
Stunting masih menjadi permasalahan serius di Indonesia, terutama di daerah-daerah dengan tingkat kesejahteraan rendah.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, prevalensi stunting di Indonesia pada tahun 2023 masih berada di angka sekitar 21,6%, meskipun telah mengalami penurunan dari tahun-tahun sebelumnya.
Baca Juga:Dana Desa Rp 29 Miliar, DPRD PPU Tekankan Pemanfaatan Maksimal
Pemerintah menargetkan angka ini turun hingga 14% pada tahun 2024 sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Apa Itu Stunting?
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), yaitu sejak dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun.
Anak yang mengalami stunting memiliki tinggi badan yang lebih pendek dibandingkan anak seusianya serta berisiko mengalami gangguan perkembangan kognitif yang dapat berdampak pada kemampuan belajar dan produktivitas di masa depan.
Penyebab Stunting
Baca Juga:Ribuan Ikan Mati di Bontang, DPRD Pertanyakan Peran Pemerintah
Beberapa faktor utama yang menyebabkan stunting meliputi: