Bukan Sekadar Bedah Rumah, RTLH di PPU Jadi Investasi Sosial untuk IKN

Rudy Masud menegaskan, program ini merupakan wujud nyata perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat.

Denada S Putri
Minggu, 21 September 2025 | 18:50 WIB
Bukan Sekadar Bedah Rumah, RTLH di PPU Jadi Investasi Sosial untuk IKN
Ilustrasi bedah rumah. (Shutterstock)
Baca 10 detik
  • Pemkab PPU Siapkan Lahan Sekolah Taruna Nusantara Penopang IKN
  • Buku Aji Galeng Jadi Pengingat IKN Berdiri di Atas Sejarah
  • Pemkab PPU Siapkan Lahan Sekolah Taruna Nusantara Penopang IKN

SuaraKaltim.id - Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kembali digulirkan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) pada tahun 2025.

Sebanyak 150 rumah warga mendapat bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) untuk meningkatkan kualitas hunian bagi warga yang sebagian wilayahnya masuk dalam Ibu Kota Nusantara (iKN) ini.

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud menegaskan, program ini merupakan wujud nyata perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat.

Hal itu ia sampaikan usai menyerahkan bantuan secara simbolis kepada dua warga penerima, Sahabudin dan Alimudin, di Kelurahan Jenebora, Kecamatan Penajam, Rabu, 17 September 2025.

Baca Juga:Lahan 5.298 Meter Persegi Jadi Sengketa, Masa Depan RSHD Samarinda Tak Jelas

“Setiap unit rumah mendapat bantuan senilai Rp 25 juta. Tahun depan akan ditingkatkan menjadi Rp 35 juta per unit,” ujarnya, disadur dari kaltimtoday.co--Jaringan Suara.com, Minggu, 21 September 2025.

Selain dukungan dari Pemprov, Harum juga mengapresiasi peran legislator pusat.

Anggota Komisi VI DPR RI, Sarifah Suraidah Harum, turut membawa program serupa untuk Kaltim dengan target 1.500 unit rumah.

Ia menekankan bahwa kolaborasi dalam pembangunan rumah layak huni sebaiknya tidak hanya bertumpu pada pemerintah.

Dunia usaha, khususnya perusahaan tambang dan perkebunan, juga didorong ikut ambil bagian.

Baca Juga:Pemkab PPU Siapkan Lahan Sekolah Taruna Nusantara Penopang IKN

“Perusahaan tambang maupun perkebunan dapat berkontribusi melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau CSR untuk bedah rumah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Gubernur Harum menekankan pentingnya penggunaan material yang lebih kokoh dalam rehabilitasi.

Ia menyarankan agar kayu tidak lagi menjadi pilihan utama.

“Kami menyarankan agar tidak menggunakan kayu, karena selain mahal juga langka dan tidak tahan lama. Bahan beton atau semen jauh lebih kuat dan awet,” ungkapnya, didampingi Bupati PPU Mudiyat Noor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini