Megawati: Penjajahan Kini Hadir Lewat Algoritma dan Data

Dalam pandangannya, Indonesia harus berani tampil seperti Bung Karno dalam memperjuangkan kemandirian dan keadilan global, termasuk di dunia digital.

Denada S Putri
Sabtu, 01 November 2025 | 20:35 WIB
Megawati: Penjajahan Kini Hadir Lewat Algoritma dan Data
Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri. [Suara.com/Bagaskara]
Baca 10 detik
  • Megawati Soekarnoputri menilai bentuk baru kolonialisme kini hadir dalam wajah digital melalui penguasaan algoritma dan data oleh negara-negara maju.

  • Ia menegaskan ketimpangan digital adalah persoalan kemanusiaan dan kedaulatan, menyerukan perlunya aturan moral global baru agar teknologi tidak menjadi alat penindasan modern.

  • Megawati mendorong Indonesia meneladani semangat Bung Karno dan menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam menghadapi dominasi teknologi global.

SuaraKaltim.id - Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menyoroti bentuk baru kolonialisme yang kini hadir dalam wajah digital.

Ia menyebut penjajahan masa kini tidak lagi datang dengan kekuatan militer, melainkan lewat penguasaan algoritma dan data oleh negara-negara maju.

“Jika dulu penjajahan hadir dengan meriam dan kapal perang, maka kini ia datang melalui algoritma dan data,” ujar Megawati dalam seminar internasional memperingati 70 Tahun Konferensi Asia–Afrika (KAA) di Blitar, Jawa Timur, Sabtu, 1 November 2025, dikutip dari ANTARA.

Menurutnya, dominasi teknologi global seperti kecerdasan buatan (AI), big data, dan sistem keuangan digital lintas batas telah menciptakan bentuk baru imperialisme, di mana negara-negara maju menjadi pemilik data, sedangkan negara berkembang hanya menjadi pengguna yang tak berdaya.

Baca Juga:CEK FAKTA: Bukan Teguran Megawati, Video Purbaya yang Viral Itu Hasil Editan

“Manusia direduksi menjadi angka, data menjadi komoditas,” ujarnya menegaskan.

Megawati menilai ketimpangan digital ini bukan sekadar isu ekonomi, tetapi juga masalah kemanusiaan dan kedaulatan bangsa.

Ia menyerukan perlunya aturan moral global baru atau a new global ethics agar teknologi tidak menjadi alat penindasan bentuk modern.

“Dunia membutuhkan a new global ethics, yakni aturan moral global baru, untuk menata kembali kekuasaan dalam ranah teknologi, ekonomi, dan informasi,” ucapnya.

Dalam pandangannya, Indonesia harus berani tampil seperti Bung Karno dalam memperjuangkan kemandirian dan keadilan global, termasuk di dunia digital.

Baca Juga:CEK FAKTA: Foto Megawati dan Puan Berbaju Oranye

Nilai-nilai Pancasila, katanya, harus menjadi pedoman moral dalam mengarahkan kemajuan teknologi agar tetap memuliakan manusia.

Megawati pun menutup pesannya dengan seruan moral kuat dari Blitar:

“Dari Blitar ini, dari pusara Bung Karno, saya menyerukan kepada dunia, mari kita bangun dunia baru! Dunia yang tidak diatur oleh algoritma tanpa hati nurani,” ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Mental Health Check-in Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Maarten Paes? Kiper Timnas Indonesia yang Direkrut Ajax Amsterdam
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Seberapa Tahu Kamu tentang Layvin Kurzawa? Pemain Baru Persib Bandung Eks PSG
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Keterampilan Berpolitik ala Tokoh Sejarah, Kamu Titisan Genghis Khan atau Figur Lain?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Karakter SpongeBob SquarePants yang Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini