- Penjualan emas di PT Pegadaian Cabang Samarinda melonjak drastis.
- Pegadaian Samarinda menyebut menjual 7 kilogram emas dalam sebulan.
- Peningkatan itu didominasi pembelian emas batangan produksi Galeri24.
SuaraKaltim.id - PT Pegadaian Cabang Samarinda mencatatkan lonjakan penjualan emas cicilan yang mencapai 7 kilogram sepanjang Januari 2026 atau naik signifikan dibandingkan rata-rata bulanan.
Pemimpin Cabang Pegadaian Samarinda Fariz Fauzan mengatakan penjualan emas tersebut di atas rata-rata disebabkan karena antusiasme masyarakat.
"Penjualan emas cicilan pada Januari tercatat tujuh kilogram yang merupakan angka jauh di atas rata-rata normal satu kilogram per bulan karena antusiasme masyarakat terhadap tren kenaikan harga," katanya dikutip dari Antara, Kamis (5/2/2026).
Peningkatan transaksi di 10 unit layanan Kota Tepian itu didominasi oleh pembelian emas batangan produksi Galeri24.
Kinerja Pegadaian Samarinda periode 2025-2026 secara umum menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 10 persen dari total sisa pinjaman (outstanding loan) yang disalurkan.
"Kenaikan taksiran harga emas yang kini menyentuh kisaran Rp2,8 juta per gram memberikan peluang bagi nasabah lama untuk menambah nominal pinjaman dari barang jaminan yang sama," katanya.
Lonjakan harga logam mulia paling drastis justru terjadi sepanjang tahun 2025 dengan persentase kenaikan mencapai 60 hingga 80 persen akibat pengaruh situasi geopolitik global.
Menurut Fariz, masyarakat Samarinda cenderung menahan diri untuk tidak menjual aset emasnya meski harga sempat menyentuh Rp3 juta per gram karena kekhawatiran sulit membeli kembali jika harga terus naik.
Pakar ekonomi dari Universitas Mulawarman (Unmul) Felisitas Defung menyarankan kepada masyarakat agar waspada terhadap aplikasi investasi bodong dan wajib memastikan platform tersebut telah terdaftar resmi di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).
Ia menambahkan bahwa investasi digital cocok bagi generasi muda yang mengutamakan kepraktisan, namun investasi fisik tetap memiliki keunggulan bagi mereka yang merasa lebih aman memegang aset secara langsung meskipun membutuhkan biaya penyimpanan tambahan.
Akademisi tersebut menekankan bahwa strategi terbaik dalam berinvestasi emas adalah dengan tidak memaksakan diri membeli saat harga berada di puncak, apalagi jika modal yang digunakan berasal dari pinjaman atau utang. (Antara)