- BKSDA Kaltim bersama CAN mengevakuasi dua orang utan yang keluar habitat akibat kekeringan ekstrem El Nino pada September 2026.
- Orang utan pertama di Muara Bengkal ditemukan sehat, lalu berhasil dilepasliarkan kembali ke Hutan Kehje Sewen pada 18 September 2026.
- Orang utan kedua ditemukan di Kutai Kartanegara dalam kondisi kritis akibat mengalami malnutrisi dan dehidrasi parah.
"Pelepasliaran ini menjadi bagian penting dari rangkaian upaya penyelamatan, agar satwa dapat kembali menjalani kehidupannya di habitat alami," tutur Ari.
Sebaliknya, kondisi individu orang utan kedua terbilang sangat kritis karena mengalami malnutrisi berat dan dehidrasi parah dengan skor kondisi tubuh hanya 1 dari 5 hingga tulang rusuknya terlihat jelas.
"Setelah kita lakukan pemeriksaan, kondisinya malnutrisi dan dehidrasi berat," jelas Ari.
Ari menduga fenomena kemarau panjang memberikan dampak signifikan terhadap ketersediaan rantai pakan dan ruang hidup satwa liar di hutan.
"Dugaan kita, kemarau yang cukup panjang ini kemungkinan memengaruhi kehidupan satwa yang ada, tidak hanya orang utan tapi juga yang lain," tegas dia.