- Pria berusia 56 tahun bernama La Taka ditemukan bersimbah darah akibat penganiayaan di perkebunan Samarinda Utara, Jumat (23/10/2026).
- Korban mengalami luka bacok serius di berbagai bagian tubuh dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
- Terduga pelaku berinisial Jumise telah diserahkan oleh warga dan diamankan di Mapolsek Sungai Pinang guna menjalani pemeriksaan lanjutan.
SuaraKaltim.id - Seorang pria berusia 56 tahun ditemukan bersimbah darah di area perkebunan kawasan Jalan Batu Besaung, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, Samarinda pada Jumat (23/10/2026) siang.
Sejumlah luka terlihat di beberapa bagian tubuh korban bernama La Taka, mulai dari kepala sebelah kanan, kedua paha, tangan kiri, hingga lengan kanan.
Pamapta 1 Polresta Samarinda, Ipda Sofian Adi Cahyono, mengatakan berdasarkan informasi awal yang diterima kepolisian, korban diduga menjadi sasaran penganiayaan oleh seorang pria bernama Jumise.
"Korban mengalami luka di kepala sebelah kanan, lengan kanan, paha sebelah kanan dan kiri, serta tangan sebelah kiri," katanya dikutip dari Kaltimetam--jaringan Suara.com.
Korban mengalami sejumlah luka bacok serius, termasuk pada bagian lengan kanan yang dilaporkan nyaris putus.
Insiden berdarah tersebut diduga berkaitan dengan persoalan kecemburuan. Namun, motif itu masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan penyidik.
La Taka ditemukan sekitar pukul 14.30 WITA dalam posisi terlentang di bawah pohon pisang, di kebun yang berada di belakang rumah warga RT 28. Ia pun dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Informasi awal menyebutkan, korban dan pria yang diduga terlibat dalam kejadian itu saling mengenal.
Rumah Jumise juga disebut berada tidak jauh dari lokasi korban ditemukan, dengan perkiraan jarak sekitar 100 meter.
Terpisah, Kanitreskrim Polsek Sungai Pinang, Iptu Dedi Lantang, membenarkan bahwa terduga pelaku bernama Jumise kemudian diserahkan warga ke Mapolsek Sungai Pinang.
"Untuk pelaku sudah diamankan di Mapolsek Sungai Pinang. Saat ini pelaku tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut," kata Dedi.
Polisi masih mendalami rangkaian kejadian, termasuk latar belakang dugaan penganiayaan dan kebenaran informasi mengenai motif cemburu.
Keterangan saksi serta bukti yang ditemukan di lapangan menjadi bagian dari proses penyelidikan untuk mengungkap peristiwa tersebut secara utuh.