- Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud pergi ke Jakarta pada 4 November 2026 untuk menjalankan agenda kedinasan resmi.
- Rudy dijadwalkan menemui Menteri Perindustrian dan Kementerian ESDM di Jakarta guna membahas berbagai persoalan industri serta energi daerah.
- Pemprov Kaltim memastikan pelayanan publik tetap berjalan dan siap menerima massa aksi demonstrasi di kantor gubernur.
SuaraKaltim.id - Pemprov Kalimantan Timur (Kaltim) memberikan klarifikasi terkait keberangkatan Gubernur Rudy Mas'ud ke Jakarta di tengah rencana aksi demonstrasi di Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (4/11/2026).
Klarifikasi tersebut disampaikan setelah beredar foto Rudy Mas'ud berada di dalam pesawat melalui platform media sosial Threads.
Keberangkatan orang nomor satu di Kaltim itu kemudian menjadi perhatian publik karena berlangsung bersamaan dengan rencana penyampaian aspirasi masyarakat.
Kepala Diskominfo Kaltim, Ririn Sari Dewi menegaskan perjalanan Rudy ke Jakarta merupakan agenda kedinasan yang telah dijadwalkan sebelumnya, bukan untuk menghindari aksi demonstrasi.
Meski gubernur sedang menjalankan agenda kedinasan di Jakarta, Pemprov Kaltim memastikan tetap menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi.
"Pemerintah tetap menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi serta memastikan penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik di Kaltim tetap berjalan," kata Ririn dikutip dari Kaltimtoday--jaringan Suara.com.
Diskominfo menjelaskan Rudy dijadwalkan bertemu Menteri Perindustrian pada pukul 15.00 WIB.
Pertemuan tersebut membahas peninjauan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 32 Tahun 2024 tentang Klasifikasi Komoditi Turunan Kelapa Sawit.
Pembahasan itu ditujukan untuk mendukung pengembangan hilirisasi serta ekspor produk turunan kelapa sawit dari Kaltim.
Dalam pertemuan tersebut, Rudy bersama enam perusahaan refinery sawit di Kaltim juga akan menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi industri daerah.
Salah satunya terkait peluang relaksasi penerapan regulasi agar hasil samping industri dapat dimanfaatkan dan dipasarkan.
Selain bertemu Menteri Perindustrian, Rudy juga dijadwalkan mengunjungi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Agenda tersebut berkaitan dengan persoalan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dari Pertamina serta perhatian terhadap pemadaman listrik bergilir yang dilakukan PLN.
Ririn menegaskan, agenda pemerintahan di Jakarta tidak hanya diikuti gubernur. Sejumlah pejabat Pemprov Kaltim juga memiliki kegiatan kedinasan di tingkat pusat.
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji, misalnya, dijadwalkan menghadiri rapat bersama menteri dan Wakil Ketua MPR.