- Pemprov Kalimantan Timur mengalokasikan anggaran Rp3 miliar untuk pengadaan perlengkapan medis guna mengatasi dampak kesehatan akibat karhutla.
- Kepala Dinas Kesehatan Kaltim menyatakan bantuan berupa obat dan alat kesehatan tersebut akan didistribusikan ke kabupaten/kota terdampak.
- Fasilitas kesehatan di daerah diminta meningkatkan kesiapsiagaan dengan menyediakan ruang udara bersih serta mengimbau warga memakai masker N95 atau KN95.
SuaraKaltim.id - Pemprov Kalimantan Timur (Kaltim) mengalokasikan anggaran sekitar Rp3 miliar untuk membantu penanganan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap.
Dana tersebut akan digunakan untuk membeli berbagai perlengkapan medis, seperti tabung oksigen, oksigen konsentrat, oksigen portabel, masker, multivitamin, serta obat-obatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Andi Muhammad Ishak, mengatakan seluruh bantuan nantinya disalurkan kepada kabupaten/kota yang terdampak karhutla.
Penyaluran dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi masing-masing daerah.
Menurutnya, sebagian peralatan juga akan disimpan sebagai persediaan pemerintah kabupaten/kota untuk mengantisipasi kebutuhan penanganan kesehatan di kemudian hari.
"Pemprov bagikan ke kabupaten/kota yang terdampak, bukan untuk pemprov. Jadi kita distribusikan sesuai dengan kondisinya pada saat ini dan sebagian nanti akan menjadi stoknya kabupaten-kota," ujarnya dikutip dari Kaltimetam--jaringan Suara.com.
Andi menegaskan, anggaran Rp3 miliar tersebut bukan diperuntukkan sebagai insentif bagi relawan. Dana sepenuhnya digunakan untuk pengadaan barang guna menunjang penanganan dampak karhutla.
Peralatan yang disiapkan memiliki kegunaan berbeda. Tabung oksigen dan oksigen konsentrat akan mendukung pelayanan fasilitas kesehatan, sementara oksigen portabel dapat digunakan untuk membantu relawan yang mengalami gangguan pernapasan ketika bertugas di lokasi kebakaran.
Selain itu, multivitamin dan obat-obatan juga disiapkan untuk menunjang kebutuhan kesehatan masyarakat serta petugas di lapangan.
"Bukan insentif relawan. Jadi berupa barang juga, misalnya oksigen yang dibawa itu bisa dipakai untuk yang mengalami sesak pada saat penanganan karhutla, termasuk juga multivitamin untuk mereka," jelasnya.
Meski anggaran telah disiapkan, proses pengadaan berbagai kebutuhan medis tersebut masih berjalan. Dengan demikian, bantuan belum seluruhnya didistribusikan ke pemerintah kabupaten/kota.
Di sisi lain, Dinas Kesehatan Kaltim meminta seluruh fasilitas pelayanan kesehatan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi gangguan kesehatan akibat kabut asap karhutla.
Puskesmas di sejumlah wilayah diminta menyediakan ruang udara bersih atau clean air room. Fasilitas tersebut dilengkapi tabung oksigen untuk membantu warga yang mengalami gangguan pernapasan.
Andi mengimbau masyarakat yang merasakan sesak napas akibat paparan asap agar segera mendatangi puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat.
"Silakan masyarakat yang mengalami sesak karena asap, singgah ke puskesmas. Ada disiapkan ruang udara bersih dan tabung oksigen, silakan dipakai sampai kondisinya relatif membaik," ungkapnya.