SuaraKaltim.id - Artikel Suara.com perihal adanya kemungkinan publik tak bisa lagi tampil live di media sosial menuai beragam reaksi dari para warganet di Twitter.
Sejumlah warganet mengkritisi gugatan yang dilayangkan RCTI dan iNews tersebut. Akun Twitter yang mengunggah jepretan layar tersebut, @shitlicious bahkan menyebut, tanpa adaptasi yang cukup dari pelaku media televisi dalam perkembangan internet saat ini, dapat dipasttikan era mereka segera berakhir.
"Next apa? Semua layanan streaming video di internet juga disaring? Face it. Your era is done," tulis @shitlicious, Kamis 27/8/2020).
Unggahannya ini mendapatkan berbagai reaksi dari netizen di Twitter, yang sebagian besar setuju dengan apa yang diungkapkan Alitt.
"Bukan nya mikir soal ngebenahin materi konten biar lebih bagus, malah nyerang platformnya. Komedi memang," tulis akun @MarozaSulaiman.
Sementara, ada pula akun lain yang secara sarkas menjurus bila gugatan ini diterima, bisa saja menyebabkan seseorang masuk penjara hanya karena live di media sosial mereka.
"*masuk penjara "Kena kasus apa bang?" "Ngelive ig"," tulis @rehardhiv.
Dalam artikel yang terbit pada Kamis tersebut mengabarkan terkait gugatan yang dilayangkan RCTI terkait uji materi Undang-Undang Penyiaran kepada Mahkamah Konstitusi.
"Perluasan definisi penyiaran akan mengklasifikasikan kegiatan seperti Instagram TV, Instagram Live, Facebook Live, Youtube Live, dan penyaluran konten audio visual lainnya dalam platform media sosial diharuskan menjadi lembaga penyiaran yang wajib berizin. Artinya, kami harus menutup mereka kalau mereka tidak mengajukan izin," ujar Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) Kominfo Ahmad M Ramli secara virtual dalam sidang lanjutan di Gedung Mahkamah Konstitusi, Rabu (26/8/2020).
Baca Juga: Warganet Riang Terima Subsidi Gaji Rp 600 Ribu, Pengangguran Gigit Jari
Apabila nantinya live melalui media sosial dapat dikategorikan sebagai penyiaran, maka perorangan, badan usaha, ataupun badan hukum akan diwajibkan memiliki izin sebagai lembaga penyiaran.
Dampak dari gugatan ini bisa menyebabkan publik atau masyarakat tidak boleh sembarangan menyiarkan langsung (live) melalui akun media sosial mereka. Alasannya, penyiaran tanpa izin merupakan pelanggaran pidana. Belum lagi pembuat konten siaran melintasi batas negara sehingga tidak mungkin terjangkau dengan hukum Indonesia.
Meski demikian, Ramli mengakui kemajuan teknologi yang pesat memungkinkan terjadinya konvergensi telekomunikasi dan media penyiaran.
Akan tetapi, usulan terkait penyiaran yang memanfaatkan internet dikategorikan sebagai penyiaran diyakini akan mengubah tatanan industri penyiaran dan mengubah secara keseluruhan Undang-Undang Penyiaran.
Berita Terkait
-
Warganet Riang Terima Subsidi Gaji Rp 600 Ribu, Pengangguran Gigit Jari
-
Chat Viral Siswi Tanya Kelas Pakai Singkatan, Guru: Hah? Kelon?
-
Auto Durhaka, Anak Marahi Ibunya yang Sakit akibat Sering Main HP
-
Aksi Bus Bergoyang Di Jalan Jadi Sorotan, Manuvernya Bahaya Banget
-
Suami Main dengan 'Selingkuhan' di Rumah Sendiri, Curhat Istrinya Ngeselin
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Helikopter Penerbad Mi-17 Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Pematang Limau, Dua Personel Hilang
-
Hanya Sebulan di Istana, Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit Prabowo
-
Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt
-
Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
Terkini
-
Rudy Mas'ud ke Jakarta di Tengah Rencana Demo, Ini Penjelasan Pemprov Kaltim
-
Akhir Pelarian Pembobol ATM di Samarinda, Polisi Tangkap Pelaku hingga Jawa Barat
-
Kasus ISPA di Kaltim Melonjak Drastis, 3 Daerah Mendominasi
-
Wali Kota Andi Harun Buka Suara soal Korupsi Varia Niaga Rp30,97 Miliar
-
Tersangka Korupsi Batu Bara Rp30,9 Miliar, Dirut Varia Niaga Samarinda Tidak Ditahan